Bukittinggi, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah berupaya menggeser paradigma fungsi rumah ibadah agar tidak sekadar menjadi tempat ritual shalat. Saat menyalurkan bantuan pengembangan fasilitas senilai Rp25 juta di Masjid Tangah Jua, Kota Bukittinggi, Senin (23/02/2026), Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menekankan pentingnya masjid sebagai pusat peradaban dan markas kreativitas generasi muda.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda Safari Ramadhan Pemprov Sumbar hari kelima. Vasko menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif untuk bermusyawarah serta memperkuat gotong royong warga.
Menghidupkan Ekosistem Kepemudaan di Masjid
Vasko secara khusus menyoroti peran strategis pemuda dalam memakmurkan tempat ibadah. Baginya, masa depan karakter bangsa sangat bergantung pada seberapa sering anak muda berinteraksi dengan lingkungan religius yang produktif.
“Jika aktivitas anak-anak muda kita hidup di masjid, insyaallah masjid akan menjadi ruang yang nyaman bagi semua kalangan. Ini adalah lingkungan sehat untuk membangun karakter generasi kita,” ujar Vasko di hadapan jamaah.
Sinergi Pembangunan dan Jejak Sejarah
Masjid Tangah Jua sendiri memiliki riwayat perjuangan swadaya masyarakat yang kuat. Berawal dari bangunan papan pada tahun 2017, masjid ini baru berhasil direnovasi menjadi bangunan permanen pada 2022. Bantuan dari Pemprov Sumbar ini diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan fasilitas demi kenyamanan jamaah yang kian bertambah.
Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi perhatian Pemprov Sumbar. Sinergi ini dianggap krusial untuk memastikan pembangunan infrastruktur spiritual berjalan beriringan dengan kemajuan fisik Kota Bukittinggi. Dukungan ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi pengurus masjid untuk lebih inovatif dalam menyusun program-program kemasyarakatan yang nyata.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.