Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 31 Mar 2026 09:14 WIB ·

Transparansi Anggaran Sumbar: Ujian Akuntabilitas di Tengah Bencana


					Transparansi Anggaran Sumbar: Ujian Akuntabilitas di Tengah Bencana Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Sumbar, Senin (30/3/2026). Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan benteng konstitusional untuk menjaga kepercayaan masyarakat desa dan kota terhadap pengelolaan uang rakyat.

Penyerahan yang berlangsung di Aula Kantor BPK RI ini dilakukan bersama lima kepala daerah, termasuk wilayah dengan basis perdesaan luas seperti Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, dan Kepulauan Mentawai. Gubernur menegaskan bahwa laporan ini adalah dasar evaluasi untuk mengukur sejauh mana anggaran daerah telah bekerja efektif di lapangan.

Prioritas Pulihkan Desa Pasca-Bencana
Satu poin krusial dalam laporan tahun ini adalah penyesuaian besar-besaran akibat bencana alam yang menghantam Sumatera Barat pada akhir 2025. Bencana tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan pergeseran anggaran secara cepat demi penanganan darurat dan rehabilitasi infrastruktur di tingkat desa.

“Kondisi bencana menyebabkan adanya penyesuaian prioritas belanja daerah. Namun, dalam kondisi apa pun, pengelolaan keuangan harus tetap akuntabel dan sesuai ketentuan,” tegas Mahyeldi. Komitmen ini memastikan bahwa dana pemulihan pascabencana tetap diawasi secara ketat agar tepat sasaran bagi warga terdampak.

BPK Dorong Perbaikan Tata Kelola Menyeluruh
Kepala Perwakilan BPK Sumbar, Nelson Siregar, menyatakan bahwa pemeriksaan LKPD kali ini akan menyisir aspek kepatuhan peraturan dan efektivitas sistem pengendalian internal. Tujuannya bukan sekadar mengejar opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), tetapi memastikan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) diterapkan hingga ke unit terkecil.

Hasil pemeriksaan ini nantinya akan menjadi cermin bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk memperbaiki kualitas belanja daerah. Dengan tata kelola yang bersih, diharapkan distribusi anggaran ke wilayah-wilayah pelosok di Sumatera Barat dapat berjalan lebih optimal dan bebas dari penyimpangan administrasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Rusak Sumbar Meluas: Inpres Jadi Solusi Cerdas Perbaikan

4 Mei 2026 - 04:47 WIB

Sekolah Steril Kekerasan Jadi Kunci SDM Unggul Sumbar

2 Mei 2026 - 12:44 WIB

Sumbar Raih Apresiasi Kemendagri: Pemulihan Lahan Pertanian Terbaik se-Sumatera

30 April 2026 - 23:10 WIB

Sawah Pasca-Bencana Agam Kembali Hijau Lewat Gerakan Tanam Serempak

30 April 2026 - 23:00 WIB

Membangun Bogor Lewat Strategi Satu Kilometer Tiap Desa

30 April 2026 - 07:52 WIB

Tiga Kades PAW Bojonegoro Segera Tancap Gas Kelola Anggaran

30 April 2026 - 06:41 WIB

Trending di PEMDA