Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 23 Jun 2025 12:21 WIB ·

SPMB SMP Bekasi Bermasalah: NISN Madrasah Tak Terbaca


					SPMB SMP Bekasi Bermasalah: NISN Madrasah Tak Terbaca Perbesar

Bekasi [DESA MERDEKA] Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bekasi tahun 2025 menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Salah satu kendala utama yang muncul adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tidak terbaca atau tidak dikenali oleh sistem pendaftaran SPMB secara daring.

Hamdan Arrasyid, salah seorang wali murid yang akrab disapa Bule, menyampaikan kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa anaknya selalu gagal saat mencoba mendaftar karena sistem tidak mengenali data NISN miliknya. “Anak saya lulusan Madrasah, tapi saat mau daftar SPMB SMP, NISN-nya dianggap tidak valid. Sudah dicoba berkali-kali tetap tidak bisa masuk ke sistem,” ungkap Bule pada Minggu (23/6/2025).

Menurut Bule, masalah ini tidak hanya dialami oleh satu atau dua orang tua, melainkan juga dirasakan oleh banyak wali murid di beberapa wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Ia merasa NISN Kemenag seperti “dianaktirikan” dan menilai ada kejanggalan dalam sistem SPMB yang seharusnya mampu membaca data NISN secara nasional.

“Ini anak lulusan MI dan sekolah resmi. Masa datanya tidak dikenali? Kami minta Dinas segera turun tangan. Ini menyangkut masa depan anak-anak,” tegasnya. Bule berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera membuka posko pengaduan, memeriksa sistem SPMB secara menyeluruh, dan melakukan sinkronisasi data dengan pusat. Langkah ini penting agar tidak ada lagi siswa yang dirugikan atau kehilangan haknya untuk masuk sekolah negeri hanya karena masalah teknis.

“Jangan sampai anak-anak kehilangan haknya masuk sekolah negeri cuma gara-gara masalah teknis. SPMB ini seharusnya memudahkan, bukan menyusahkan,” pungkas Bule. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan terkait masalah tersebut. Orang tua berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan kendala yang muncul di lapangan demi kelancaran proses pendidikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Literasi: Napas Baru bagi Masa Depan Pemuda Sumbar

22 April 2026 - 21:25 WIB

Sinergi Forkopimcam Mojoagung Kawal Ketat Kualitas Gizi di Dapur Garuda Nusantara Lestari

21 April 2026 - 09:56 WIB

Empat Pendekar Dusun Toyogiri: Kuliah Bukan Lagi Momok

19 April 2026 - 08:01 WIB

Gaya Storytelling: Rahasia Siswa SMK Bawa Edamame ke Jakarta

13 April 2026 - 21:40 WIB

Siswa SMK 1 Bawen: Nyangkul Itu Keren, Edamamenya Tembus Jakarta

13 April 2026 - 21:02 WIB

Regenerasi Petani Milenial: SMK Bawen Siapkan Panen Raya

13 April 2026 - 20:41 WIB

Trending di PENDIDIKAN