Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 23 Jun 2025 12:21 WIB ·

SPMB SMP Bekasi Bermasalah: NISN Madrasah Tak Terbaca


					SPMB SMP Bekasi Bermasalah: NISN Madrasah Tak Terbaca Perbesar

Bekasi [DESA MERDEKA] – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bekasi tahun 2025 menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Salah satu kendala utama yang muncul adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tidak terbaca atau tidak dikenali oleh sistem pendaftaran SPMB secara daring.

Hamdan Arrasyid, salah seorang wali murid yang akrab disapa Bule, menyampaikan kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa anaknya selalu gagal saat mencoba mendaftar karena sistem tidak mengenali data NISN miliknya. “Anak saya lulusan Madrasah, tapi saat mau daftar SPMB SMP, NISN-nya dianggap tidak valid. Sudah dicoba berkali-kali tetap tidak bisa masuk ke sistem,” ungkap Bule pada Minggu (23/6/2025).

Menurut Bule, masalah ini tidak hanya dialami oleh satu atau dua orang tua, melainkan juga dirasakan oleh banyak wali murid di beberapa wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Ia merasa NISN Kemenag seperti “dianaktirikan” dan menilai ada kejanggalan dalam sistem SPMB yang seharusnya mampu membaca data NISN secara nasional.

“Ini anak lulusan MI dan sekolah resmi. Masa datanya tidak dikenali? Kami minta Dinas segera turun tangan. Ini menyangkut masa depan anak-anak,” tegasnya. Bule berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera membuka posko pengaduan, memeriksa sistem SPMB secara menyeluruh, dan melakukan sinkronisasi data dengan pusat. Langkah ini penting agar tidak ada lagi siswa yang dirugikan atau kehilangan haknya untuk masuk sekolah negeri hanya karena masalah teknis.

“Jangan sampai anak-anak kehilangan haknya masuk sekolah negeri cuma gara-gara masalah teknis. SPMB ini seharusnya memudahkan, bukan menyusahkan,” pungkas Bule. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan terkait masalah tersebut. Orang tua berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan kendala yang muncul di lapangan demi kelancaran proses pendidikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 147 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merawat Lumbung Pangan, Menelantarkan Pemimpin Masa Depan Pebayuran

27 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Menjemput Mimpi Bocah Krian di Tengah Kepungan Industri

12 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Nestapa Sekolah Inklusi Sumbar: Angka Melejit, Fasilitas Terjepit

9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

80 Pelajar SMA Padang Ikuti Latihan Menulis Literasi

2 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Guru Samarinda Dilatih Menangkal Penipuan Finansial Digital

23 September 2026 - 23:37 WIB

Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Gubernur Mahyeldi : Jangan Sia-siakan Kesempatan

22 September 2026 - 10:45 WIB

Trending di PENDIDIKAN