Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ruang kelas konvensional di Sumatera Barat bersiap berubah wajah. Sebuah ruang percontohan yang dipersenjatai laptop dan papan digital kini tengah diuji coba di SMK Negeri 9 Padang, menandai babak baru digitalisasi pendidikan Sumatera Barat yang menyasar langsung peningkatan kualitas SDM muda.
Langkah taktis ini dibarengi dengan gebrakan legislatif. DPRD Sumatera Barat saat ini tengah menggodok revisi Perda Pendidikan. Tujuannya konkret: menyuntikkan muatan lokal ke dalam kurikulum formal agar derasnya arus informasi digital tidak mengikis identitas dan karakter budaya para siswa.
“Kebutuhan siswa harus terlayani, mulai dari buku hingga fasilitas teknologi. Tahun ini program penguatan semangat belajar juga mulai digerakkan kepada kepala sekolah dan guru,” ujar Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri pemantapan nilai literasi di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026).
Muhidi menekankan bahwa infrastruktur teknologi akan lumpuh tanpa fondasi cara berpikir yang kuat. Di tengah disrupsi informasi, budaya membaca dan menulis adalah benteng utama. Bagi masyarakat Minangkabau, adaptasi teknologi ini wajib berpijak pada falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kebijakan makro ini disiapkan agar generasi muda, termasuk mereka yang berasal dari berbagai pelosok daerah, siap menjadi aktor utama pembangunan dan tidak asing di tanah sendiri.
Proses uji coba teknologi ini diproyeksikan bakal meluas ke sekolah lain, termasuk SMA 10 Padang, jika fase pertama terbukti efektif mendongkrak performa belajar siswa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.