Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 5 Mei 2026 09:42 WIB ·

Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi


					Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi Perbesar

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Praktik ijon proyek yang biasanya akrab dengan dunia konstruksi, kini diduga mulai merayap masuk ke ruang kelas. Nama Kepala SMPN 1 Kedungwaringin, Hamim Hamdani, mendadak jadi sorotan menyusul munculnya informasi transaksi ijon senilai Rp7 juta pada catur wulan pertama tahun 2026.

Dugaan skandal ini melibatkan salah satu perusahaan penyedia (CV) dalam rentang waktu Januari hingga April. Praktik pemberian uang di muka sebelum proyek berjalan ini memicu kekhawatiran besar, mengingat institusi pendidikan seharusnya menjadi benteng moral yang bersih dari indikasi penyimpangan anggaran.

Aksi Bungkam dan Dugaan Intervensi
Upaya mencari kebenaran justru terbentur sikap tertutup. Konfirmasi melalui pesan singkat tidak direspons, bahkan nomor ponsel wartawan berujung diblokir. Upaya mendatangi sekolah secara langsung pada Selasa (28/04/2026) pun nihil hasil karena yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Kejanggalan semakin meruncing saat seorang pria tak dikenal yang mengaku dari Kejaksaan Agung menghubungi wartawan. Alih-alih memberikan klarifikasi teknis, pria tersebut justru meminta masalah ini “dibicarakan baik-baik” dengan alasan hubungan kekeluargaan. Gestur ini diduga kuat sebagai upaya intervensi terhadap independensi kerja jurnalistik di daerah.

Pola Lama di Sektor yang Berbeda
Kasus ini seolah mengulang pola gelap di Kabupaten Bekasi, menyusul kasus suap ijon proyek yang sebelumnya menyeret Bupati Bekasi nonaktif. Bedanya, jika dulu ijon identik dengan infrastruktur fisik, kini virus tersebut diduga telah menjangkiti sektor pendidikan yang krusial bagi masa depan desa.

Publik kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan ini. Bukan hanya soal nominal uangnya, namun soal perlindungan institusi pendidikan dari praktik culas. Investigasi mendalam diperlukan untuk mengungkap identitas penelepon misterius tersebut dan memastikan dana pendidikan di pelosok Bekasi benar-benar sampai ke tangan siswa, bukan kantong oknum.  (Ayub/mis)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Alvin di Sekolah Rakyat Dharmasraya Bikin Haru

2 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Kisah Perjuangan Mahyeldi Bakar Semangat Siswa SRT Dharmasraya

2 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Sekolah Rakyat Dharmasraya Titik Balik Putus Rantai Kemiskinan

2 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Kolaborasi Anggota Dewan Dongkrak Penerima PIP SMKN Kletek

31 Juli 2026 - 20:39 WIB

Menatap Masa Depan Pendidikan Tinggi yang Berkeadilan

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Ironi SDN Nunfutu 1 Malaka Beratap Daun Gewang

28 Juli 2026 - 17:12 WIB

Trending di PENDIDIKAN