Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Secercah harapan baru berembus di beranda pendidikan vokasi tapal batas. Bagi puluhan orang tua siswa di SMK Negeri (SMKN) Kletek, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tahun ajaran ini membawa kabar yang meringankan beban pundak mereka.
Sebanyak 57 pasang mata siswa kini bisa tersenyum menatap masa depan. Angka ini bukanlah statistik biasa. Ini adalah lompatan besar bagi sebuah sekolah di daerah, yang pada tahun-tahun sebelumnya hanya bisa gigit jari karena kuota bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang turun ke sekolah mereka hanya berkisar belasan orang saja.
Melonjaknya jumlah penerima bantuan ini tidak lepas dari buah manis kolaborasi politik yang berpihak pada rakyat kecil. Adalah Wendelinus Leki Nahak, Anggota DPRD Kabupaten Malaka, yang berinisiatif mengetuk pintu aspirasi di tingkat pusat melalui Anggota DPR RI Komisi X Dapil NTT II, Stevano Rizki Adranakus.
“Selama ini sebelum adanya bantuan aspirasi Pak Wendy, siswa kita yang mendapat bantuan PIP berkisar belasan orang. Di tahun ini, berkat kolaborasi dengan Bapak Stevano Rizki Adranakus, anak-anak kita yang menerima bantuan beasiswa PIP melonjak menjadi 57 orang,” ungkap Kepala SMKN Kletek, Seberius Subaris, S.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (25/7/2026).
Bagi Seberius, angka 57 mencerminkan puluhan anak yang berhasil diselamatkan dari ancaman putus sekolah. Mayoritas siswa yang menimba ilmu di SMKN Kletek lahir dari rahim keluarga dengan kondisi ekonomi prasejahtera. Saban tahun, urusan biaya personal sekolah selalu menjadi momok yang membayangi kelangsungan belajar anak-anak desa di wilayah ini.
Menatap Kuliah dan Asa yang Enggan Putus
Keberhasilan mendongkrak kuota PIP ini memicu asa yang lebih besar. Seberius berharap, jembatan aspirasi yang telah dibangun oleh duet wakil rakyat daerah dan pusat ini tidak berhenti di tengah jalan. Langkah berikutnya adalah membidik peluang pendidikan tinggi bagi anak-anak Malaka melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Kami berharap bantuan PIP ini tidak terputus. Lebih baik lagi apabila melalui kolaborasi Bapak Wendy dan Bapak Stevano dapat diperjuangkan juga bantuan KIP Kuliah, sehingga anak-anak kami memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tutur Seberius penuh harap.
Menatap Tantangan Vokasi: Ruang Praktik Hingga Daya Listrik
Namun, urusan memajukan mutu sekolah kejuruan di daerah tidak bisa selesai hanya dengan menyubsidi dompet siswa. Sebagai sekolah vokasi yang menuntut penguasaan keterampilan praktis, SMKN Kletek masih terseok-seok dari sisi pemenuhan infrastruktur.
Pihak sekolah sebetulnya telah mendapatkan angin segar lewat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 untuk membangun tiga Ruang Pembelajaran Siswa (RPS). Fasilitas tersebut kini menyokong praktik tiga jurusan: Teknik Mesin, Teknik Kendaraan Bermotor, dan Perikanan.
Sayangnya, pemandangan kontras masih terlihat pada dua jurusan lainnya, yakni Tata Usaha dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hingga kini, para siswa di dua program keahlian tersebut terpaksa belajar tanpa dukungan fasilitas ruang praktik mandiri yang memadai.
Belum lagi masalah klasik yang sering mendera wilayah pinggiran: keterbatasan daya listrik. Mesin-mesin bengkel dan komputer praktik yang tersedia di sekolah sering kali tidak bisa dioperasikan secara optimal karena arus listrik yang loyo.
“Daya listrik yang tersedia saat ini masih belum mampu menunjang operasional berbagai peralatan praktik. Ini tantangan nyata bagi kami untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada keterampilan,” cetus Seberius.
Membangun pendidikan di Kabupaten Malaka, khususnya di SMKN Kletek, membutuhkan kerja keroyokan. Dukungan dana langsung ke siswa seperti PIP harus berjalan beriringan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat dalam membenahi gedung sekolah dan jaringan listrik.
Dengan fasilitas yang kokoh dan beasiswa yang berkelanjutan, anak-anak desa di tapal batas Malaka tidak hanya siap mencetak sejarah sebagai pekerja kompeten, tetapi juga siap melangkah gagah menuju bangku universitas.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.