Mahasiswa UNNES Buat Peta Potensi Alam dan Wisata Ngesrepbalong Kendal
Kendal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, merampungkan dan memasang peta potensi alam dan wisata desa. Peta informatif dan berbasis data digital ini diharapkan menjadi kunci untuk mempromosikan destinasi lokal dan mendorong pengembangan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program UNNES GIAT 13 yang berfokus pada pengembangan desa berbasis potensi lokal. Pemasangan peta dilakukan secara simbolis di area Wisata Kuliner Dusun Londer pada Selasa, 4 November 2025. Dusun Londer saat ini telah menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Mengenal Kekayaan Alam Ngesrepbalong dalam Skala 1:6500
Peta Potensi Desa Ngesrepbalong ini menampilkan secara visual berbagai titik wisata dan kekayaan alam unggulan yang dimiliki desa tersebut. Beberapa destinasi yang termuat dalam peta meliputi Curug Lawe Secepit, Curug Kerincing, Curug Medini, Kebun Teh Medini, Goa Jepang, Pinusan Separe, Kampung Candi Promasan, Bumi Perkemahan Medini, Edukopi, serta sentra kuliner di Dusun Londer.
Selain fokus pada sektor pariwisata, peta ini juga memuat informasi geografis penting lainnya, seperti batas wilayah desa, jaringan jalan dan sungai, serta lokasi fasilitas publik, termasuk SDN 1 Ngesrepbalong dan beberapa rumah ibadah.
Koordinator lapangan mahasiswa UNNES GIAT 13 menjelaskan bahwa penyusunan peta bertujuan untuk memperkenalkan pesona alam Ngesrepbalong secara visual dan informatif kepada wisatawan dan masyarakat luas.
“Peta ini kami susun berdasarkan hasil survei lapangan, wawancara mendalam dengan warga, dan pemetaan digital menggunakan citra satelit serta data geografis yang akurat. Kami berharap peta ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi potensi desa,” ujarnya.
Peta potensi ini dirancang dengan skala 1:6500 menggunakan referensi data yang kredibel dari Citra Google Satelit, Rupa Bumi Indonesia (BIG), dan Google Maps. Desainnya dibuat agar mudah dicerna, menampilkan area wisata lengkap dengan foto-foto pendukung dari setiap titik lokasi, sehingga memudahkan pengunjung, terutama yang baru pertama kali datang, untuk memahami keseluruhan potensi desa.
Apresiasi Desa dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Pengelola Wisata Kuliner Dusun Londer, Pak Lucky, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaboratif mahasiswa UNNES tersebut. Menurutnya, peta ini memberikan manfaat besar dalam upaya memvisualisasikan potensi wilayah Desa Ngesrepbalong.
“Peta ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk mengarahkan wisatawan dan menjadi alat promosi desa wisata kami. Kami berharap potensi alam dan budaya yang kami miliki bisa semakin dikenal luas, dan pada akhirnya akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Pak Lucky.
Lebih dari sekadar alat informasi publik, peta potensi ini juga berfungsi sebagai bahan dasar penting bagi Pemerintah Desa Ngesrepbalong. Data spasial yang akurat memungkinkan desa untuk menyusun rencana pengembangan pariwisata yang lebih terarah, memetakan prioritas pembangunan, serta menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan upaya pelestarian lingkungan atau konservasi alam.
Melalui program UNNES GIAT 13 ini, Universitas Negeri Semarang menegaskan komitmennya sebagai kampus konservasi yang tidak hanya berfokus pada tridarma pendidikan, tetapi juga pada pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa,” mahasiswa didorong untuk terus menjadi agen perubahan yang kreatif dalam menggali, mengelola, dan mempromosikan potensi lokal.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.