Tuntang, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di Dusun Toyogiri, Desa Delik, sebuah perubahan besar sedang terjadi. Bukan soal infrastruktur jalan, melainkan pergeseran mentalitas pemudanya. Empat anak muda dari satu keluarga besar—Annisa, Luthfiana, Raihan, dan Lucky—berhasil mematahkan stigma lama yang menganggap kuliah adalah “penjara” bagi mereka yang sudah nyaman mencari uang.
Mereka membuktikan bahwa ijazah bukan sekadar kertas bertitel, melainkan pengungkit karier. Hebatnya, perjuangan ini dilakukan tanpa meninggalkan tanggung jawab di rumah, mulai dari menyokong keluarga hingga mengelola cicilan motor sebagai sarana kerja.
Pionir dari Lini Produksi
Annisa Ummi Azzahra menjadi pembuka jalan. Sebagai operator QC di sebuah pabrik garmen, ia nekat mendaftar kuliah S1 Sastra Inggris. Hasilnya? Di semester empat, kariernya melesat menjadi Admin QA&QC. Langkah berani ini menular pada Luthfiana Nur Hanifah. Meski memegang beban sebagai anak sulung dengan orang tua di luar pulau, Luthfiana mampu mengatur “lalu lintas” keuangan keluarga hingga lulus cumlaude dari posisi operator menjadi staf PPIC.

Perjuangan Drafter dan Penjual Es
Raihan Muhammad Iqbal dan Syahid Putra Lucky Sadewa melengkapi kisah inspiratif ini. Raihan, anak muda yang sempat “gagap” jauh dari ibu saat pertama merantau, kini menjadi drafter senior yang cermat mengelola keuangan. Sementara Lucky, membuktikan bahwa gelar S1 Bisnis Digital tidak membuatnya gengsi. Sepulang kerja dari perusahaan jamu ternama, ia tetap gigih berjualan es di pinggir jalan demi rumah tangga kecilnya.
Ulet, supel, dan tetap aktif dalam komunitas dusun menjadi ciri khas mereka. Gelar sarjana yang mereka raih tidak membuat mereka menjadi “wah” atau asing di tanah kelahiran sendiri.
Pelajaran dari Pelosok Tuntang
Kisah keempat bersaudara ini menjadi cermin bagi Gen-Z di perdesaan: kuliah itu mudah asal ada kemauan. Pendidikan tinggi di Universitas Ngudi Waluyo bukan sekadar tren, melainkan strategi jitu agar tidak pusing tujuh keliling mencari kerja pasca-kelulusan, karena mereka sudah memiliki pijakan karier yang kuat sejak di bangku kuliah.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.