Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 10 Jul 2026 15:35 WIB ·

Fasilitas Belum Siap, MPLS SRT 8 Jombang Diundur


					Fasilitas Belum Siap, MPLS SRT 8 Jombang Diundur Perbesar

Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang batal digelar sesuai jadwal semula pada Selasa (14/7/2026). Agenda bagi ratusan siswa kurang mampu tersebut resmi diundur ke Jumat (31/7/2026) demi menjamin kelaikan fasilitas dan keselamatan peserta didik.

Keputusan penundaan diambil setelah Kementerian Sosial RI bersama Balai Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Pemkab Jombang, dan PT Waskita Karya selaku kontraktor menggelar Rapat Verifikasi dan Validasi (Verval) kelaikan gedung permanen SRT 8.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, menegaskan penundaan sekitar dua pekan ini merupakan langkah realistis. Tim verifikasi lapangan menemukan sejumlah fasilitas vital penunjang sekolah berasrama belum sepenuhnya tuntas.

“Berdasarkan verifikasi faktual di lapangan, tujuh gedung prioritas masih terus dikebut pengerjaannya dan belum siap pakai per 14 Juli ini. Sesuai arahan Kemensos, pelaksanaan MPLS untuk SRT 8 Jombang digeser dan diikutkan pada gelombang kedua akhir Juli nanti,” jelas Agung Hariadi.

Toilet dan Drainase Masih Dikebut
Meskipun progres fisik konstruksi secara umum menunjukkan perkembangan signifikan, kontraktor pelaksana masih harus merampungkan pekerjaan tahap akhir (finishing) pada beberapa titik krusial.

Beberapa sarana yang belum selesai diverifikasi kelayakannya meliputi sistem toilet komunal, saluran drainase luar ruangan, serta instalasi utilitas listrik dan air bersih pendukung asrama. Pemerintah memilih tidak memaksakan operasional sekolah demi menghindari risiko kenyamanan bagi para siswa baru.

Model Asrama untuk Keluarga Rentan
Untuk diketahui, SRT 8 Jombang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) di bawah kendali Kementerian Sosial yang memanfaatkan lahan bekas Terminal Barang Tunggorono. Sekolah ini dirancang khusus dengan sistem berasrama (boarding school) gratis guna memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SRT 8 Jombang dijadwalkan menampung total 270 siswa. Kuota tersebut dibagi rata untuk tiga jenjang pendidikan:

* Jenjang SD: 90 siswa
* Jenjang SMP: 90 siswa
* Jenjang SMA: 90 siswa

Seluruh peserta didik yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 pada data kemiskinan, termasuk anak putus sekolah, anak telantar, serta kelompok rentan lainnya di wilayah Jawa Timur. Melalui pengunduran jadwal ini, pelaksana proyek ditargetkan merampungkan seluruh sisa pekerjaan sehingga saat siswa masuk, lingkungan asrama sudah berstatus siap huni 100 persen. (Janet) 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Celah Komersialisasi Seragam SMAN 1 Kedungwaringin Tabrak Aturan Disdik

13 Juli 2026 - 16:33 WIB

Kepala Sekolah Inovatif Kunci Kemajuan Pendidikan Desa

11 Juli 2026 - 22:04 WIB

Bukan KKN Hura-hura, 82 Mahasiswa GENTASKIN Serbu Malaka

10 Juli 2026 - 12:47 WIB

Anak Salatiga Naik Angkot, Berburu Rempah di Ambarawa

7 Juli 2026 - 20:26 WIB

DPRD Sumbar Rancang Pendidikan Desa Berstandar Global

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Membangun SDM Desa, Investasi Lebih Berharga dari Beton

12 Juni 2026 - 10:35 WIB

Trending di PENDIDIKAN