Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 7 Mei 2026 13:03 WIB ·

Rumus Kepercayaan Anies Baswedan: Senjata Pemuda Membangun Desa


					Rumus Kepercayaan Anies Baswedan: Senjata Pemuda Membangun Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Menghadapi ledakan teknologi Artificial Intelligence (AI) di tahun 2026, generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas yang melampaui sekadar kejujuran. Hal ini menjadi kunci utama bagi mereka yang ingin pulang dan membangun daerah, agar tidak tergerus oleh kepentingan pribadi yang merusak tatanan sosial.

Tokoh pendidikan Anies Baswedan menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun kepercayaan publik (trust). Dalam forum di Universitas Paramadina (6/5), ia membedah rumus integritas yang relevan bagi calon pemimpin masa depan, termasuk penggerak di tingkat desa: kepercayaan lahir dari kompetensi, integritas, dan kedekatan, namun akan hancur jika kepentingan pribadi (self-interest) terlalu mendominasi.

AI Sebagai Asisten, Bukan Pengganti Nalar
Di tengah transformasi digital, Anies mengingatkan pelajar agar memposisikan AI sebagai asisten yang melipatgandakan kecerdasan, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis. Bagi pemuda yang bergerak di sektor pembangunan lokal, AI harus digunakan untuk membedah solusi baru atas persoalan lama yang selama ini menghambat kemajuan.

“Inovasi itu solusi baru atas persoalan lama,” ujar Anies. Sudut pandang ini mendesak generasi muda untuk memiliki keberanian bertanya dan berpikir kreatif. Tanpa daya kritis, teknologi hanya akan menjadi alat yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan dan etika.

Kuliah Bukan Sekadar Persiapan Kerja
Anies juga menggeser paradigma lama tentang pendidikan formal. Kuliah seharusnya menjadi wadah pengembangan potensi diri dan pengasahan entrepreneurial skill—kemampuan adaptasi yang membuat seseorang menjadi pembelajar sepanjang hayat. Bekal inilah yang dibutuhkan untuk menghadapi fase kehidupan “tanpa ujung” setelah lulus.

Khusus bagi para pendidik, kehadiran teknologi digital tidak seharusnya menjadi ancaman. Menurutnya, guru yang menghadirkan nilai, inspirasi, dan hati tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin mana pun. Pendidikan karakter tetap menjadi benteng terakhir dalam menjaga martabat bangsa di era automatisasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi

5 Mei 2026 - 09:42 WIB

BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi, Bagikan Alat Tulis ke Siswa SDN 104 Langensari Bandung

4 Mei 2026 - 09:18 WIB

Matikan TV Jauhkan Gawai: Budaya Baru Desa Banjaran

4 Mei 2026 - 05:15 WIB

Gedung Mewah Batusangkar: Harapan Baru Bagi Pemuda Pelosok

28 April 2026 - 20:50 WIB

Strategi Triple Readiness: Kunci Lulusan Sarjana Membangun Desa

26 April 2026 - 06:03 WIB

Siswa SMK Bawen Guncang Dunia Tani Lewat Inovasi

24 April 2026 - 05:45 WIB

Trending di PENDIDIKAN