Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi merancang pembangunan fasilitas asrama pada sekolah menengah atas secara bertahap. Kebijakan ini disiapkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, sebagai intervensi konkret untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis wilayah pedesaan yang berbukit-bukit dan berkepulauan.
Melalui program ini, pemerintah daerah ingin memastikan anak-anak dari desa terpencil memiliki peluang ekonomi dan kesempatan akademik yang sama dengan remaja perkotaan. Keberadaan asrama diproyeksikan mampu menghapus sekat pembatas berupa jarak dan beban finansial keluarga di pelosok daerah.
Benteng Sosial Berbasis Nilai Adat dan Agama
Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa asrama tidak sekadar menjadi tempat tidur bagi siswa, melainkan pusat pembinaan karakter dan disiplin. Pola pendidikan berasrama dinilai lebih optimal dalam mengawinkan pencapaian intelektual dengan penguatan soft skill berbasis nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Sistem pengasuhan terpadu ini sekaligus menjadi langkah antisipasi dini terhadap kerawanan sosial yang mengancam generasi muda saat ini. Remaja dari wilayah terisolasi akan lebih terlindungi dari risiko penyalahgunaan narkoba, pergaulan menyimpang, hingga dampak buruk kecanduan game online yang marak di lingkungan luar sekolah.
Satu Kabupaten Satu Sekolah Berasrama
Pada tahap awal, Pemprov Sumbar memprioritaskan sekolah-sekolah unggulan yang memiliki cakupan siswa lintas kabupaten dan kota. Target utamanya adalah mewujudkan minimal satu sekolah favorit dengan fasilitas asrama di setiap kabupaten/kota agar asas manfaatnya langsung menyentuh masyarakat luas.
Kriteria sekolah yang diprioritaskan dalam program ini meliputi:
- Sekolah dengan jumlah murid yang besar.
- Memiliki kesiapan lahan mandiri untuk pembangunan gedung.
- Mendapat dukungan penuh dari komite sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Pembangunan kemudian akan diarahkan ke wilayah dengan akses transportasi terbatas. Mengingat program ini merupakan investasi jangka panjang daerah, Mahyeldi berharap rencana ini mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif hingga elemen masyarakat luas demi mencetak generasi muda Sumbar yang tangguh dan berkarakter.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.