Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 31 Mei 2026 21:23 WIB ·

Membangun Benteng Akhlak, Menjaga Masa Depan Desa


					Membangun Benteng Akhlak, Menjaga Masa Depan Desa Perbesar

Lima Puluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di Jorong Kapalo Bukik, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, sebuah langkah kecil dimulai untuk impian besar. Pada Minggu (31/5/2026), peresmian mushola baru dan wisuda santri TK Tahfizh Raudhatul Ilmi menjadi penanda bahwa masyarakat desa kini semakin sadar akan pentingnya “investasi” manusia. Di tengah tantangan zaman yang kian dinamis, pendidikan Al-Qur’an diposisikan bukan sekadar ritual, melainkan benteng pertahanan bagi generasi Z dan Alpha di pelosok nagari.

Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat, Jasman Dt. Bandaro Bendang, menekankan bahwa maraknya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di tingkat akar rumput merupakan alarm nyata. Bagi wilayah yang secara geografis berada di kaki bukit seperti Nagari Batu Payuang, peran lembaga pendidikan keagamaan sangat vital untuk mengisi ruang tumbuh kembang anak dengan nilai-nilai akhlak yang kokoh.

“Pendidikan Al-Qur’an adalah fondasi karakter. Anak-anak yang diwisuda hari ini bukan hanya pembaca ayat, tapi wajah masa depan yang dipersiapkan menjadi pemimpin berintegritas,” ungkap Jasman.

Sinergi antara keluarga dan sekolah di lingkungan desa menjadi kunci agar anak tidak terjerumus pada perilaku menyimpang.

Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung transformasi karakter melalui pendidikan berbasis agama. “Mereka adalah investasi terbaik kita. Mushola baru ini harus menjadi pusat pembinaan generasi Qurani yang mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Nagari Batu Payuang dengan kekayaan alam dan budaya lokalnya, kini memiliki titik tumpu baru. Pendidikan tahfizh ini membuktikan bahwa desa mampu mandiri dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. Bagi pembaca muda, ini adalah pengingat bahwa kemajuan suatu daerah bukan hanya diukur dari jalan yang mulus, tetapi dari seberapa tangguh generasi mudanya dalam menjaga nilai-nilai kebaikan di tengah gempuran tantangan sosial modern.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumbar Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Desa Semakin Berdaya

28 Mei 2026 - 14:21 WIB

Digitalisasi Pendidikan Sumatera Barat: Kelas IT Mulai Diuji Coba

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pesantren Pringsewu Kini Tangguh Hadapi Risiko Mitigasi Bencana

23 Mei 2026 - 09:01 WIB

Bekas Gudang Pakan Sapi Jadi Ruang Belajar Desa

22 Mei 2026 - 18:13 WIB

Benteng Pendem Ambarawa Jadi Laboratorium Mitigasi Bencana Digital

19 Mei 2026 - 21:24 WIB

Investasi Gizi Anak Jaar Demi Masa Depan Barito Timur

18 Mei 2026 - 19:38 WIB

Trending di PENDIDIKAN