Lima Puluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Jorong Bumbung, Nagari Situjuah Batua, kini memiliki oase baru bagi dunia pendidikan. Pada Selasa (2/6/2026), Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka SMP Islam Darul Hakim. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Akademi Surau Indonesia ini bukan sekadar gedung baru, melainkan simbol perlawanan terhadap degradasi moral dengan menghidupkan kembali roh pendidikan berbasis surau yang menjadi identitas emas masyarakat Minangkabau.
Secara geografis, Nagari Situjuah Batua di Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan wilayah dengan nilai historis tinggi, terutama sebagai basis perjuangan dalam Peristiwa Situjuah 1949. Keberadaan sekolah ini di tengah lanskap perbukitan Lima Puluh Kota menjadi langkah strategis untuk mendekatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak desa. Mahyeldi menekankan bahwa sekolah harus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara akhlak.

Untuk tahap awal, SMP Islam Darul Hakim memulai perjalanannya dengan menerima 40 siswa angkatan pertama. Meski masih baru, sekolah ini telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang representatif, mulai dari ruang kelas berbasis multimedia yang nyaman, laboratorium sains, hingga area boarding atau asrama yang didesain untuk memperkuat kultur pendidikan surau. Perpaduan antara ruang belajar modern dan lingkungan asrama yang religius ini dirancang untuk menciptakan iklim akademik yang kompetitif namun tetap membumi pada tradisi lokal.
“Sekolah ini harus menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui ilmu pengetahuan dan karakter kuat,” tegas Mahyeldi di depan tokoh adat, ninik mamak, dan warga yang hadir. Pendekatan pendidikan modern yang dipadukan dengan tradisi surau menjadi out of the box bagi masyarakat modern yang mulai meninggalkan akar budayanya.
Pembina Yayasan Akademi Surau Indonesia, Dr. Irfan Fachruddin, mengungkapkan bahwa visi sekolah ini adalah melahirkan generasi berilmu dengan karakter islami yang mengakar pada budaya lokal. Bagi warga desa, kehadiran sekolah ini adalah harapan baru. Harapan agar anak cucu mereka tetap menjadi orang Minang yang religius, cerdas, dan siap bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai orang “surau”.
Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha mempertegas komitmen daerah dalam memeratakan kualitas pendidikan. SMP Islam Darul Hakim kini berdiri sebagai pusat peradaban baru di Bumbung, membuktikan bahwa desa tidak harus tertinggal jika masyarakatnya bersatu membangun sarana pendidikan yang berlandaskan iman, ilmu, dan patriotisme sejarah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.