Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 21 Feb 2025 06:39 WIB ·

Satu OPD Satu Desa: Strategi Jateng Keroyok Kemiskinan Ekstrem


					Satu OPD Satu Desa: Strategi Jateng Keroyok Kemiskinan Ekstrem Perbesar

Rembang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan terobosan unik dalam upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui Program Desa Dampingan (Desdam). Strategi ini mewajibkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi “orang tua asuh” bagi desa-desa dengan tingkat ekonomi rendah. Langkah konkret ini baru saja dimulai di Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Selasa (18/2/2025).

Berbeda dengan bantuan sosial yang bersifat sesaat, Program Desdam mengedepankan pendampingan intensif. Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jateng, sebagai motor penggerak, tidak hanya memberikan bantuan tunai, tetapi juga melakukan bedah kebutuhan mulai dari perbaikan sanitasi hingga penyediaan akses listrik di desa tersebut.

Plt Sekretaris Dinsos Jateng, Isriyadi Widodo, mengakui bahwa Jawa Tengah masih menghadapi tantangan besar sebagai salah satu provinsi dengan angka kemiskinan yang signifikan. “Kami mencari solusi berkelanjutan untuk mengurangi angka kemiskinan dengan turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Pemberdayaan
Dinsos Jateng melampaui ekspektasi dengan mendampingi total enam desa di berbagai wilayah seperti Wonosobo, Pemalang, Banyumas, Wonogiri, hingga Grobogan. Fokusnya adalah mengubah wajah desa melalui empat pilar utama:

  • Hunian Layak: Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
  • Sanitasi & Energi: Pengadaan jamban keluarga dan sambungan listrik gratis.
  • Ekonomi Produktif: Modal usaha bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
  • Pendidikan: Dukungan alat tulis untuk mencegah anak putus sekolah.

Dalam peluncuran di Desa Glebeg, Dinsos Jateng menyalurkan modal awal sebesar Rp20 juta untuk KUBE dan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) senilai Rp2 juta. Penjabat (Pj) Kepala Desa Glebeg, Rupadi, berharap intervensi ini mampu mengangkat potensi UMKM desa yang selama ini mati suri karena keterbatasan modal dan akses.

Inovasi Kolaborasi Lintas Sektor
Model “Satu OPD, Satu Desa” ini menjadi refleksi atas pentingnya kolaborasi sektoral dalam menangani isu sosial. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap dinas memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan “desa binaannya” mampu mandiri secara ekonomi dalam jangka waktu tertentu.

Jika program ini berhasil di Desa Glebeg dan titik-titik lainnya, skema Desa Dampingan diprediksi akan menjadi prototipe nasional dalam menangani kemiskinan ekstrem secara presisi, efektif, dan menyentuh akar rumput.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA