Bukittingi, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membawa misi khusus saat menyambangi Masjid Nurul Huda Panganak, Kota Bukittinggi, Jumat (27/2/2026). Di tengah suasana Safari Ramadan 1447 H yang khidmat, Mahyeldi menegaskan bahwa masjid harus menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda untuk menghadapi bonus demografi, bukan sekadar tempat ibadah ritual.
Menurut Gubernur, Sumatera Barat terancam krisis kepemimpinan di masa depan jika generasi hari ini tidak dibekali iman dan akhlak yang kokoh. Ramadan dianggap sebagai momentum emas untuk melakukan “audit karakter” bagi para remaja agar tidak tergerus pengaruh negatif zaman.
“Kita tidak ingin kekurangan pemimpin yang beriman. Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet, maka pembinaan jiwa melalui Pesantren Ramadan dan aktivitas masjid adalah harga mati,” tegas Mahyeldi di hadapan jemaah Puhun Pintu Kabun.
Kucuran Bantuan untuk Operasional Dakwah
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan keagamaan di Bukittinggi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama mitra kerja menyalurkan bantuan total puluhan juta rupiah. Bantuan ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur dakwah di tingkat akar rumput.
Rincian bantuan yang diserahkan antara lain:
- Hibah Pemprov Sumbar: Rp50 juta (Masjid Nurul Huda) dan Rp25 juta (Masjid Jami’ Gantiang).
- Dukungan Literasi: Total 105 mushaf Al-Qur’an dari Biro Kesra dan Kanwil Kemenag Sumbar.
- Sektor Perbankan & Penjaminan: Rp10 juta dari Bank Nagari dan Rp10 juta dari Jamkrida Sumbar.
- Kepedulian Sosial: Santunan bagi petugas masjid dan fakir miskin melalui Baznas Sumbar.
Sinergi Provinsi dan Kota
Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyambut hangat langkah Gubernur yang memilih Bukittinggi sebagai titik strategis Safari Ramadan. Sinergi ini dinilai penting untuk menyelaraskan program pembangunan karakter yang sedang digalakkan di tingkat kota.
Senada dengan itu, pengurus masjid berharap dukungan finansial dan material tersebut dapat memicu semangat jemaah untuk lebih memakmurkan masjid, terutama dalam menghidupkan kegiatan remaja masjid pasca-Ramadan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.