Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 20 Mei 2026 16:03 WIB ·

Harkitnas 2026: Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat Melek Digital


					Harkitnas 2026: Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat Melek Digital Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gerakan kebangkitan Indonesia tahun 2026 ini tidak lagi melulu soal pekik merdeka di mimbar, melainkan tentang bagaimana menjaga isi piring dan layar gawai anak-anak di tingkat desa.

Dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Halaman Kantor Gubernur, Selasa (20/5/2026), Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa benteng kedaulatan negara hari ini berada di tangan anak muda yang sehat dan ekonomi desa yang mandiri.

Gubernur Mahyeldi menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat mengoptimalkan Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat serta program Kampung Nelayan Merah Putih. Menurutnya, program strategis yang berkolaborasi dengan pusat ini harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat bawah untuk mendongkrak kesejahteraan riil.

“Program-program ini harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” tegas Mahyeldi di hadapan unsur Forkopimda, ASN, TNI/Polri, dan pelajar yang hadir.

Selain penguatan ekonomi berbasis perdesaan, momentum sejarah yang terinspirasi dari berdirinya Boedi Oetomo 1908 ini dipakai Mahyeldi untuk mengingatkan tantangan baru: kedaulatan informasi. Transformasi digital yang masif dinilai bisa menjadi pisau bermata dua bagi tunas bangsa jika tidak diantisipasi secara bijak.

Secara khusus, Pemprov Sumbar menyoroti pentingnya kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Mahyeldi menilai proteksi di ruang digital ini adalah tanggung jawab kolektif yang mendesak, mulai dari orang tua, guru, hingga tokoh masyarakat di lingkungan sosial terkecil.

Melalui tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Harkitnas ke-118 di Sumbar ini menjadi alarm penting. Kebangkitan nasional modern kini diukur dari seberapa tangguh ketahanan pangan rakyat lewat koperasi desa, meratanya akses layanan kesehatan dan Sekolah Garuda, serta seberapa aman anak-anak nagari tumbuh di dunia siber.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi: Nagari Creative Hub Adalah Agenda Besar Pembangunan Ekonomi Nagari

21 Mei 2026 - 06:00 WIB

Strategi PPPK Pertanian Desa Kuansing Atasi Kelangkaan Penyuluh

20 Mei 2026 - 15:33 WIB

Menginjak Usia 57, Pembangunan Desa A Yani Pura Ditantang Mandiri

20 Mei 2026 - 14:37 WIB

Anggaran Fasilitas Jabatan Bupati Dialihkan Jadi Ambulans Desa Kabupaten Serang

20 Mei 2026 - 13:41 WIB

Emas Hitam di Atas Darah: Menghitung Nyawa di Lubang Tambang Sumbar

19 Mei 2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Sampai Akhir: Kepala Dinas PMD NTT Wafat

18 Mei 2026 - 09:33 WIB

Trending di PEMDA