Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 20 Mei 2026 15:33 WIB ·

Strategi PPPK Pertanian Desa Kuansing Atasi Kelangkaan Penyuluh


					Bupati Kuansing, Suhardiman Amby Perbesar

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby

Kuantan Singingi, Riau [DESA MERDEKA] Tiap desa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) idealnya didampingi oleh tiga personel teknis, namun realita di lapangan justru berbanding terbalik. Selama ini, tingginya aktivitas pertanian warga belum diimbangi oleh jumlah penyuluh yang memadai—sebuah lubang menganga akibat kebijakan status penyuluh pertanian yang kini ditarik ke bawah kewenangan pemerintah pusat.

Menyikapi keterbatasan ruang gerak birokrasi ini, Pemkab Kuansing mengambil langkah out of the box. Alih-alih pasrah menunggu pasokan tenaga dari pusat, Bupati Kuansing Suhardiman Amby memilih menyisir ulang isi kantor-kantor dinasnya. Hasilnya, pemerintah daerah memutuskan untuk merombak total peta penempatan PPPK pertanian desa Kuansing demi menyelamatkan produktivitas pangan dari kelangkaan pendamping lapangan.

Dalam rapat kerja yang digelar di Ruang Rapat Bupati pada Senin, 18 Mei 2026, keran redistribusi pegawai resmi dibuka. BKPP Kuansing merancang skema penugasan baru yang langsung menusuk ke level desa. Desa dengan wilayah yang luas akan dijaga oleh 3 hingga 4 personel, sementara desa yang lebih kecil minimal dikawal oleh 2 personel teknis.

Langkah berani ini diambil karena Bupati melihat banyak potensi mandek: pegawai paruh waktu atau PPPK yang punya latar belakang pendidikan pertanian dan peternakan, justru terjebak pada posisi administratif di dinas non-teknis. Daripada menumpuk di kabupaten tanpa fungsi yang optimal, mereka kini dialihkan dan dipaksa turun ke sawah dan ladang untuk memperkuat pelayanan di kecamatan dan desa.

Redistribusi besar-besaran ini bukan sekadar memindahkan meja kerja. Ke depan, SK penugasan para pegawai ini akan dikunci dengan target-target riil di lapangan, salah satunya memantau langsung produksi komoditas jagung pipil. Langkah konkret ini didukung oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Kuansing yang sedang mengkaji pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) baru di tingkat kecamatan, guna memperpendek jarak kendali koordinasi.

Pada akhirnya, penempatan PPPK pertanian desa Kuansing ini menjadi pertaruhan daerah untuk menciptakan ekosistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan sektor tanaman pangan, peternakan, dan perikanan. Dengan pembekalan kompetensi yang tepat sebelum diterjunkan, para aparatur baru ini ditargetkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri, sekaligus mengembalikan kedaulatan swasembada pangan dari level terbawah: desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi: Nagari Creative Hub Adalah Agenda Besar Pembangunan Ekonomi Nagari

21 Mei 2026 - 06:00 WIB

Harkitnas 2026: Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat Melek Digital

20 Mei 2026 - 16:03 WIB

Menginjak Usia 57, Pembangunan Desa A Yani Pura Ditantang Mandiri

20 Mei 2026 - 14:37 WIB

Anggaran Fasilitas Jabatan Bupati Dialihkan Jadi Ambulans Desa Kabupaten Serang

20 Mei 2026 - 13:41 WIB

Emas Hitam di Atas Darah: Menghitung Nyawa di Lubang Tambang Sumbar

19 Mei 2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Sampai Akhir: Kepala Dinas PMD NTT Wafat

18 Mei 2026 - 09:33 WIB

Trending di PEMDA