Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 21 Mei 2026 05:58 WIB ·

Ironi Lingkar Tambang: Solar Subsidi di Obi Raib, Pembangunan Desa Lumpuh


					Ironi Lingkar Tambang: Solar Subsidi di Obi Raib, Pembangunan Desa Lumpuh Perbesar

Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Pembangunan infrastruktur dan urat nadi logistik di desa-desa Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, terancam lumpuh total. Ironisnya, di tengah wilayah yang kaya akan sumber daya tambang, para pelaku transportasi lokal justru harus menjerit akibat akses terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang mendadak putus.

Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi kini melayangkan protes keras terhadap pola pelayanan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di wilayah tersebut. Mereka mendesak Pertamina dan Pemerintah Daerah (Pemda) segera turun tangan membenahi karut-marut distribusi solar subsidi di Kecamatan Obi yang dinilai tidak tepat sasaran.

Ketua Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi, Azwar Abubakar, mengungkapkan bahwa dua APMS yang beroperasi di wilayahnya mendadak berdalih tidak lagi menyediakan pasokan solar untuk armada truk. Alasan penutupan akses ini pun dinilai tidak transparan.

Padahal, beberapa bulan lalu, Azwar telah menemui langsung Haji Darwis, pemilik APMS di Desa Baru, untuk meminta alokasi kuota yang adil demi menyambung hidup para sopir lokal.

“Pemilik APMS berdalih fokus pelayanan mereka adalah untuk kelompok nelayan. Namun, fakta di lapangan justru berbicara lain. Kami melihat yang dilayani diduga kuat adalah para pengusaha besar, bukan nelayan kecil,” ujar Azwar dengan nada sesal, Kamis (21/5/2026).

Argumen pihak APMS dinilai janggal dan membentur realitas sosiologis desa setempat. Berdasarkan data valid di lapangan, hampir 99 persen nelayan di Kecamatan Obi menggunakan mesin berbahan bakar bensin (pertalite/premium), bukan solar.

Janji manis Haji Darwis yang sempat berkomitmen mengalokasikan 1,5 ton solar dari setiap 5 ton pasokan yang masuk melalui Organda pun menguap begitu saja. Hingga kini, janji tersebut tidak pernah terealisasi.

Dampak hilangnya akses solar subsidi di Kecamatan Obi ini meluas secara masif. Ketika armada dump truck penyuplai material pembangunan desa mogok beroperasi, rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat sipil ikut tercekik.

Menyikapi kebuntuan ini, para sopir mengetuk ketegasan jajaran birokrasi. “Kami meminta dengan sangat kepada Bapak Bupati Halmahera Selatan dan Ibu Gubernur Maluku Utara agar segera mengintervensi kondisi ini. Mohon penambahan kuota solar subsidi khusus APMS di Obi, dan terbitkan regulasi tegas yang mewajibkan mereka melayani armada truk kami,” tuntut Azwar. Jika terus dibiarkan, lumpuhnya sektor transportasi lokal ini dipastikan akan membuat perekonomian masyarakat luas ikut terbengkalai.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang berdasarkan draf laporan sepihak dari narasumber terkait untuk kepentingan konsumsi publik secara berimbang. Segala pernyataan dan klaim mengenai operasional APMS merupakan tanggung jawab penuh narasumber. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak pemilik APMS Desa Baru, Pertamina, serta Pemerintah Daerah terkait demi keberimbangan informasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Simbiosis Cuan: Menabung di Bank Daerah Bangun UMKM Desa

17 Mei 2026 - 17:09 WIB

Kandang Kambing Gunungsari Jadi Benteng Ketahanan Pangan Pesawaran

16 Mei 2026 - 16:08 WIB

Kemiskinan di Jombang: Angka Melandai, Daya Beli Terhimpit Ekonomi Digital

13 Mei 2026 - 01:12 WIB

Adu Rapi Administrasi: Kunci UMKM Desa Tembus Pasar Dunia

12 Mei 2026 - 20:34 WIB

Tenaga Muda Profesional Siap Sulap BUMDes Jadi Korporasi Desa

2 Mei 2026 - 11:32 WIB

Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI)

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Trending di EKBIS