Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 11 Apr 2026 12:27 WIB ·

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan


					Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memilih jalan dialog ketimbang instruksi sepihak dalam menerapkan aturan pajak baru bagi industri kelapa sawit. Dalam pertemuan dengan pimpinan 41 perusahaan sawit, suasana yang semula tegang berubah menjadi kesepahaman solid mengenai Pajak Air Permukaan (PAP). Kuncinya satu: pengusaha tidak menolak bayar pajak, asalkan mekanismenya transparan dan berbasis data lapangan, bukan asumsi.

Kapolda Sumbar menyarankan pendekatan diskusi sebagai pilihan utama guna menghindari langkah represif. Pendekatan “hati ke hati” ini diambil karena industri sawit merupakan pilar ekonomi di banyak kabupaten sentra sawit di Sumbar. Dengan melibatkan aparat penegak hukum (Forkopimda) sebagai penengah, pemerintah ingin memastikan negara hadir untuk mengatur keadilan, bukan sekadar membatasi ruang gerak usaha.

Sikap Konstruktif Pengusaha
Ketua GAPKI Sumbar, Bambang Wiguritno, menyatakan kesiapan pelaku usaha untuk berkontribusi. Namun, mereka meminta verifikasi teknis yang ketat agar tidak ada tumpang tindih antara pajak air tanah (kabupaten) dan air permukaan (provinsi). Pemerintah menyambut positif permintaan ini dengan membuka ruang verifikasi data lapangan agar setiap rupiah pajak yang dibayarkan memiliki dasar hukum dan metodologi yang objektif.

Investasi Berbasis Tata Kelola
Pertemuan ini menghasilkan catatan penting: kepatuhan terhadap PAP bukan beban, melainkan aset. Perusahaan yang patuh pajak lingkungan akan lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan dan kepercayaan pasar internasional. Melalui kolaborasi ini, target pemerintah untuk menertibkan pengelolaan air permukaan dapat berjalan beriringan dengan target perusahaan untuk tetap kompetitif secara ekonomi dan diterima baik oleh masyarakat lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di EKBIS