Merangin, Jambi [DESA MERDEKA] – Kesenjangan fasilitas teknologi masih membayangi pendidikan nonformal di wilayah Kabupaten Merangin. Sebanyak 166 peserta didik kelas akhir Paket C dari empat lembaga PKBM terpaksa harus menggunakan peralatan komputer milik SMA Negeri 6 Merangin demi melaksanakan Ujian Kesetaraan (UK) tingkat SMA, Sabtu (13/5/2023).
Keterbatasan sarana ini menjadi potret nyata perjuangan satuan pendidikan nonformal di daerah. “Lembaga PKBM kami belum memiliki sarana untuk pelaksanaan UK, sehingga terpaksa memakai sarana SMA Negeri 6 Merangin,” ungkap Ardison, Ketua Penyelenggara kegiatan tersebut.
Darurat Sarana Komputer di Satuan PKBM
Ketidaktersediaan perangkat komputer di lembaga-lembaga seperti PKBM Karya Bakti, Bukit Raya, Harapan Baru, Bina Insani, hingga Tanjung Harapan memicu harapan besar bagi adanya intervensi pemerintah. Para pengelola pendidikan nonformal ini sangat mengharapkan bantuan sarana IT dan perlengkapannya guna mendukung kemandirian ujian di masa depan.
Kabid PAUDNI Disdikbud Merangin, Muslim, S.Pd, yang memantau langsung pelaksanaan ujian, menegaskan bahwa keseriusan peserta sangat krusial. Hal ini dikarenakan UK bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk menjamin akses warga terhadap penyetaraan hasil belajar yang sah di mata negara.

Jaminan Akses untuk Ijazah Setara SMA
Ujian ini bertujuan utama menyetarakan kualitas pendidikan nonformal dengan jalur formal. Peserta yang dinyatakan lulus berhak memperoleh Sertifikat Hasil Uji Kesetaraan (SHUK) atau surat keterangan hasil yang setara dengan ijazah SMA.
Langkah ini menjadi jembatan bagi warga desa untuk meningkatkan daya saing mereka, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun untuk keperluan dunia kerja. Meski harus menumpang fasilitas sekolah formal, antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan pengakuan kompetensi pendidikan di Merangin tetap tinggi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.