Banyumas, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Ketepatan waktu bukan lagi sekadar angka, melainkan kepastian bagi ribuan warga yang rindu kampung halaman. KAI Daop 5 Purwokerto mencatat rekor impresif selama masa Angkutan Lebaran 2026 (11-30 Maret). Dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 100 persen, ribuan pemudik yang menuju desa-desa di wilayah Banyumas dan sekitarnya menikmati layanan tanpa drama keterlambatan.
Lonjakan penumpang sebesar 16 persen dibanding tahun lalu membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat desa terhadap transportasi rel semakin menguat. Total 430.959 penumpang telah diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 5, menandakan perputaran mobilitas warga desa yang sangat masif pada musim lebaran tahun ini.
Sinergi Lini Belakang di Jalur Mudik
Capaian operasional yang mencapai 99,15 persen untuk ketepatan kedatangan ini tidak lepas dari kedisiplinan para petugas di lapangan. Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menegaskan bahwa hasil ini adalah buah sinergi dari masinis, pengatur perjalanan, hingga tim perawatan jalur sarana prasarana yang bekerja di balik layar.
Disiplin operasional ini menjadi faktor kunci yang memberikan rasa aman bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan mudik dan balik. “Ketepatan jadwal menjadi faktor penting dalam memberikan kepastian bagi pelanggan,” ujar As’ad. Strategi ini terbukti efektif menjaga arus penumpang tetap mengalir lancar meski beban operasional meningkat tajam.
Kutojaya: Jembatan Ekonomi Kutoarjo ke Kota
Selama periode angkutan lebaran, KAI mengoperasikan 21 perjalanan jarak jauh setiap harinya. Dua di antaranya adalah primadona warga desa, yakni KA Kutojaya Utara (Kutoarjo–Pasarsenen) dan KA Kutojaya Selatan Tambahan (Kutoarjo–Kiaracondong). Kereta-kereta ini berfungsi sebagai urat nadi yang menghubungkan pusat ekonomi desa dengan pusat-pusat kota besar.
Dengan total 2.744 perjalanan yang terkelola secara optimal, Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan. Peningkatan volume penumpang dari 370.175 menjadi 430.959 jiwa menjadi bukti nyata bahwa ketika transportasi publik dikelola secara presisi, warga desa adalah pihak yang paling diuntungkan dalam mendapatkan akses mobilitas yang bermartabat.

Nanang Anna Noor, Jurnalis berpengalaman di media cetak,online dan televisi. Nanang Anna Noor juga seorang aktor film dan penyair Indonesia.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.