Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 30 Mei 2026 12:22 WIB ·

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa


					Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman Perbesar

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Sragen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Pernah merasa malas bayar pajak kendaraan karena harus cuti kerja atau menempuh perjalanan jauh ke pusat kota? Di Sragen, keluhan klasik ini perlahan sirna. Melalui terobosan “Samsat Budiman” (Samsat Badan Usaha Digital Mandiri), pemerintah kini membawa layanan pajak langsung ke pelataran rumah warga melalui BUMDesa. Inovasi ini mencuri perhatian di ajang Government Auto Show (GAS) Sragen 2026 yang berlangsung di Gedung SMS hingga 30 Mei 2026.

Secara geografis, Kabupaten Sragen yang terletak di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur memiliki tipografi dominan dataran rendah yang subur. Kondisi ini menuntut mobilitas tinggi bagi warga desa. Samsat Budiman hadir sebagai solusi taktis dengan mendelegasikan wewenang kepada BUMDesa. Langkah ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan strategi fiskal untuk memenangkan target Opsen Pajak—tambahan pungutan pajak bagi pemerintah kabupaten agar pendapatan daerah tidak bocor.

Kepala UPPD Sragen, Senen, S.T., M.Si., menekankan bahwa GAS Sragen 2026 bukan sekadar pameran otomotif.

“Ini adalah sarana promosi untuk memperkuat penetrasi layanan pajak hingga ke desa. Target jangka panjang kita adalah optimalisasi PKB, BBNKB, serta instrumen Opsen PKB dan BBNKB,” tegasnya.

Bagi generasi muda (Gen Z) yang melek digital dan generasi tua yang mengutamakan efisiensi, sistem ini menawarkan dua keunggulan utama:

  • Pangkas Jarak: Tidak perlu lagi membakar bensin ke kota. Cukup ke kantor BUMDesa di desa masing-masing.
  • Fleksibilitas Waktu: Samsat Budiman melayani hingga malam hari. Ini jawaban bagi para petani, buruh, dan pedagang yang baru bisa santai setelah matahari terbenam.

Kolaborasi ini menciptakan ekosistem “politik-ekonomi” yang genius. Desa tidak lagi menjadi objek administratif, melainkan subjek yang ikut mengelola pendapatan daerah. Bagi BUMDesa, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan nilai tambah usaha mereka. Dengan sistem jemput bola yang adaptif, kepatuhan pajak bukan lagi beban yang menjauhkan, melainkan kemudahan yang mendekatkan. Sragen telah membuktikan bahwa modernisasi birokrasi paling efektif dimulai dari pintu BUMDesa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KUB PMPL Desak KPPU Usut Jerat Utang PT PCP di Kaltara

16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Data BPS Diabaikan, Pelatihan UMKM Sumbar Terjebak Rutinitas Seremonial

13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Mengubah Layanan UMKM Sumbar Menjadi Produk Laris Manis

9 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS