Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 29 Mei 2026 16:44 WIB ·

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah


					Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen Perbesar

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Sragen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) kini menjadi magnet ekonomi baru di Sragen. Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sragen ke-280, pemerintah setempat melalui Unit Pengelola Pendapatan Daerah (UPPD) menggelar Government Auto Show (GAS) Sragen 2026 sejak Kamis (28/5/2026) hingga Sabtu (30/5/2026). Pameran ini bukan sekadar ajang unjuk gigi industri otomotif, melainkan langkah taktis untuk mengamankan pendapatan asli daerah di tengah kebijakan fiskal baru.

UPPD Sragen menerapkan strategi “jemput bola” dengan mengumpulkan 14 dealer kendaraan ternama di satu atap. Kepala UPPD Sragen, Senen S.T, M. Si, menegaskan bahwa kehadiran GAS Sragen 2026 adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi pajak daerah. “Ini upaya meningkatkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama (BBNKB), termasuk penerapan Opsen PKB dan Opsen BBNKB,” ujarnya. Langkah ini krusial untuk memastikan perputaran transaksi kendaraan tetap berada di Sragen, sehingga potensi pajak tidak bocor ke wilayah tetangga.

Dampak dari penguatan fiskal ini nantinya akan kembali ke masyarakat melalui pembiayaan pembangunan yang lebih luas, termasuk bagi kawasan pedesaan. Namun, GAS Sragen 2026 tidak hanya bicara soal angka pajak. Ekosistem ekonomi yang dibangun mencakup 16 pengembang perumahan yang mempermudah warga mendapatkan hunian layak, serta sentuhan edukasi ekologis dari komunitas tanaman hias lokal.

Di sisi lain, jantung ekonomi kerakyatan berdenyut kencang di area festival kuliner. Sebanyak 23 stan UMKM lokal, termasuk tujuh kelompok pengolah makanan berbasis ikan, mendapatkan panggung untuk meningkatkan omzet. Keterlibatan sektor riil ini membuktikan bahwa pemerintah daerah mampu memadukan kepentingan fiskal makro dengan pemberdayaan ekonomi akar rumput secara simultan.

Kehadiran layanan kesehatan gratis dari Jasa Raharja melengkapi sinergi lintas sektor dalam acara ini. GAS Sragen 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas pemerintah dalam mengelola pendapatan daerah dapat berdampak langsung pada gairah ekonomi warga, mulai dari pelaku usaha kecil hingga kebutuhan hunian masyarakat. Suksesnya event ini menjadi barometer baru bagaimana kebijakan fiskal daerah dapat berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi sektor riil yang pro-rakyat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KUB PMPL Desak KPPU Usut Jerat Utang PT PCP di Kaltara

16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Data BPS Diabaikan, Pelatihan UMKM Sumbar Terjebak Rutinitas Seremonial

13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Mengubah Layanan UMKM Sumbar Menjadi Produk Laris Manis

9 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS