Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

EKBIS Β· 10 Jul 2025 21:10 WIB Β·

Petani Bandungan Sukses Budidayakan Mawar Holland di Lahan Terbuka


					Petani Bandungan Sukses Budidayakan Mawar Holland di Lahan Terbuka Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di Dusun Clapar, Desa Duren, Bandungan, yang terletak di lereng Gunung Ungaran dengan pemandangan menawan dan udara sejuk, seorang petani lokal bernama Sugiyanto berhasil menciptakan inovasi pertanian. Ia sukses membudidayakan mawar jenis semi Holland di lahan terbuka, padahal varietas ini umumnya hanya tumbuh optimal di dalam greenhouse.

Kisah sukses ini berawal dari pertukaran bibit mawar dengan bunga krisan dari Malang. Karena keterbatasan ruang di greenhouse yang sudah digunakan untuk budidaya krisan, Sugiyanto memberanikan diri menanam bibit mawar Holland langsung di lahan terbuka.

Langkah berani ini ternyata membuahkan hasil luar biasa. Didukung iklim Bandungan yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, serta suhu dan pencahayaan matahari yang ideal, mawar tumbuh subur. Hasilnya sungguh mengejutkan: bunga tumbuh lebih padat, kelopak lebih besar, dan warnanya tampak merona cerah, bahkan lebih indah dibandingkan yang ditanam di greenhouse.

Untuk menjaga ketahanan terhadap perubahan cuaca ekstrem, Sugiyanto rutin menyemprotkan fungisida setiap dua hari sekali saat musim hujan dan seminggu sekali saat cuaca normal. Perawatan juga diperkuat dengan kombinasi pupuk kandang dan pupuk kimia secara berimbang.

Hasilnya? Dalam waktu 120 hari atau sekitar empat bulan, bunga mawar siap panen. Setiap dua hari sekali, Sugiyanto mampu memanen hingga 30 ikat bunga, dengan masing-masing ikat berisi 25 tangkai. Pada musim-musim tertentu, harga per ikat bahkan bisa mencapai Rp100.000. Dengan lahan seluas 2.000 meter persegi dan sekitar 10.000 tanaman mawar, panen harian bisa mencapai 30-40 ikat.

Permintaan bunga mawar ini pun datang dari berbagai daerah, seperti Salatiga, Semarang, Magelang, Solo, hingga Malang dan Bali. Mawar memang memiliki nilai ekonomi tinggi karena sifatnya multifungsiβ€”digunakan dalam berbagai suasana, dari kebahagiaan hingga duka, seperti dekorasi pernikahan, ulang tahun, hingga ucapan dukacita. Jenis mawar semi Holland ini, meskipun tidak terlalu wangi, memiliki performa bunga yang menonjol.

Kini, selain aktif sebagai petani bunga, Sugiyanto juga membuka pelatihan budidaya bunga melalui program P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Petani Swadaya) di kampungnya. Siapa pun yang ingin belajar menanam mawar, krisan, atau bunga pikok dapat datang langsung ke Dusun Clapar, Desa Duren, Bandungan. Bahkan, rombongan dari Timor Leste pun telah datang untuk belajar budidaya bunga potong, termasuk krisan dan mawar, dan kini telah berhasil mengembangkannya di sana. Ini membuktikan bahwa prospek ekonomi bunga lebih menjanjikan dibandingkan sayuran, yang dulunya menjadi fokus pertanian Sugiyanto sebelum beralih ke bunga sejak 2012.

Usaha Puspita Krisan Timum (nama usaha Sugiyanto, ‘timum’ adalah nama latin krisan) ini tidak hanya menghasilkan bunga berkualitas, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Sebanyak 25 rekan kerja (bukan karyawan) membantu setiap hari, libur pada Minggu, dengan gaji mingguan. Mereka terbagi di berbagai divisi seperti pembibitan, produksi krisan, pikok, mawar, hingga perawatan, konstruksi greenhouse, panen, dan packing.

Sugiyanto berharap akan ada regenerasi petani muda yang mencintai pekerjaan ini. Menurutnya, potensi pertanian, khususnya budidaya bunga, sangat besar dan selalu dibutuhkan di masa depan. Ini adalah bukti nyata bahwa pertanian, terutama di desa-desa, memiliki potensi luar biasa dan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa, tanpa harus terpengaruh gejolak politik di atas.

Tertarik belajar budidaya bunga langsung dari ahlinya? Hubungi: 0812 2722 2822.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Purwokerto Siapkan Frontliner Jago Bahasa Isyarat Lebaran

6 Maret 2026 - 11:55 WIB

Jombang Kucurkan Rp5 Miliar Demi Selamatkan Petani Tembakau

27 Februari 2026 - 07:50 WIB

Ironi Impor Mobil India di Tengah Ambisi Prabowonomics

21 Februari 2026 - 12:20 WIB

Pasar Modal Indonesia: Bendungan Bisnis yang Sedang Mengalami Kebocoran

19 Februari 2026 - 11:25 WIB

Siasat Perbankan Syariah Melawan Stigma Mahal dan Ganti Istilah

17 Februari 2026 - 20:41 WIB

Kampung Industri: Strategi Asprindo Sulap BUMDes Jadi Raksasa Ekonomi

17 Februari 2026 - 11:38 WIB

Trending di BUMDes