Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 14 Feb 2026 04:57 WIB ·

Bukan Kuno, Siswa SDN 01 Asinan Belajar Jadi “CEO” Jamu


					Bukan Kuno, Siswa SDN 01 Asinan Belajar Jadi “CEO” Jamu Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Anggapan bahwa jamu hanya konsumsi generasi tua mulai dipatahkan di Kabupaten Semarang. Sebanyak 138 siswa SDN 01 Asinan, Bawen, justru terjun langsung mempelajari rahasia dapur rempah Nusantara di edu wisata Yodesia, Bergas. Bukan sekadar mencicipi, para siswa ini diajarkan mengolah hingga mengemas minuman herbal dengan standar modern layaknya pengusaha muda.

Melalui program tahunan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), para siswa tidak hanya duduk di kelas, tetapi praktik langsung bersama Rumah Edukasi Rempah AIG Bunda Nisa dan tim ChemImpact dari Departemen Kimia Universitas Diponegoro (Undip). Mereka belajar bahwa jahe, kunyit, dan sereh bukan sekadar bumbu dapur, melainkan aset kesehatan dan ekonomi yang bernilai tinggi.

Rebranding Jamu di Mata Generasi Alpha
Pendekatan yang dilakukan tergolong unik. Owner AIG Bunda Nisa, Susmulyati, bersama tim ahli dari Undip, tidak menggunakan istilah medis yang rumit. Para siswa diajak memahami bahwa rasa lezat pada nasi kuning, rendang, dan soto yang mereka konsumsi sehari-hari berasal dari kekuatan rempah yang sedang mereka pelajari.

Prof. Dr. Bambang Cahyono, Ketua tim pengabdian Undip, menekankan pentingnya literasi sains terapan sejak dini. Untuk menarik perhatian generasi Alpha yang visual, edukasi diperkuat dengan enam video animasi durasi pendek yang menjelaskan khasiat bunga telang, kayu secang, hingga umbi-umbian secara interaktif.

Simulasi Produksi: Dari Geprek Hingga Branding
Daya tarik utama kegiatan ini adalah sesi praktik lapangan yang dipandu Budi Prasetyawan. Siswa tidak hanya menonton, mereka belajar:

  • Teknis Pengolahan: Mencuci, menggeprek kunyit, hingga memeras lemon dengan rasio yang tepat.
  • Higiene & Kemasan: Mempelajari pentingnya kebersihan dan estetika kemasan, termasuk memasang stiker branding pada botol minuman.
  • Filosofi Konsumsi: Menikmati hasil racikan sendiri sebagai bentuk apresiasi terhadap karya lokal.

Kepala SDN 01 Asinan, Sri Rahayu, mengapresiasi pola pendidikan luar ruang ini. Menurutnya, menanamkan pola hidup sehat berbasis kearifan lokal jauh lebih efektif dilakukan melalui praktik langsung daripada sekadar teori di buku pelajaran.

Dengan kolaborasi antara akademisi, praktisi rempah, dan sekolah, diharapkan muncul generasi baru yang tidak hanya bangga mengonsumsi jamu, tetapi juga mampu mengolah kekayaan hayati Indonesia menjadi produk yang kompetitif di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk

28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Tudingan Sepihak: Kades Nyonyifi Resmi Laporkan Darwis Yusuf Atas Dugaan Penyerobotan Lahan

25 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sinergi Gotong Royong Wali Murid Warnai Kelulusan SDN Bantarjaya 05 Bekasi

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM