Gempol Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Desa Kepulungan yang selama ini dikenal sebagai basis industri di Kecamatan Gempol mulai menunjukkan wajah ekonomi baru. Bukan lagi sekadar bergantung pada mesin pabrik, kini para pemuda di Dusun Kepulungan dan Kedamaian mulai melirik usaha ternak bebek sebagai sumber penghasilan menjanjikan. Hanya dalam waktu enam bulan, peternakan ini terbukti mampu menekan angka pengangguran bagi warga yang sulit menembus seleksi perusahaan.
Pj Kades Kepulungan, Suwanto, menegaskan bahwa prospek ternak bebek sangat bagus karena siklus panennya yang relatif singkat. Dukungan Pemerintah Desa (Pemdes) pun tidak main-main; mulai dari bantuan bibit, pakan, hingga pelatihan intensif diberikan agar warga tidak melulu menggantungkan hidup pada sektor industri dan pertanian konvensional.
Panen Kilat, Dompet Tebal dalam 30 Hari
Keunggulan utama bisnis ini terletak pada efisiensi waktu. Jumadi (49), salah satu peternak di Dusun Kedamaian, mengungkapkan bahwa bebek hanya membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 hari dari masa anakan hingga siap jual. Perawatannya pun dianggap tidak rumit, hanya menuntut ketelatenan pada kebersihan kandang dan pola pemberian pakan yang teratur.
“Alhamdulillah, keuntungannya lumayan untuk kebutuhan harian dan sisanya bisa ditabung. Setiap kali panen, bebek ini laku keras di pasaran,” ujar Jumadi. Kemudahan proses dan cepatnya perputaran modal inilah yang memicu minat warga lain untuk ikut terjun ke usaha serupa.
Membangun Kemandirian Ekonomi Desa
Langkah Desa Kepulungan menjadi potret nyata bagaimana desa di lingkar industri bisa tetap mandiri secara ekonomi. Dengan memanfaatkan areal persawahan yang luas sebagai pendukung lingkungan ternak, warga kini memiliki bantalan ekonomi yang kuat saat sektor industri sedang tidak stabil.
Pemanfaatan potensi mikro ini menjadi bukti bahwa ekonomi desa bisa menggeliat dari hal-hal sederhana namun dikelola secara serius. Transformasi dari buruh pabrik menjadi wirausahawan ternak kini bukan lagi sekadar impian bagi pemuda Kepulungan.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.