Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 16 Apr 2026 08:08 WIB ·

Sinergi Danantara-Sumbar: Hilirisasi Gambir dan Kelapa Jadi Prioritas


					Sinergi Danantara-Sumbar: Hilirisasi Gambir dan Kelapa Jadi Prioritas Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) kini dipacu melalui strategi investasi padat karya yang menyasar sektor-sektor produktif di akar rumput. Dalam rapat koordinasi di Jakarta (15/4/2026), Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran kepala daerah bersinergi dengan COO Danantara, Dony Oskaria, untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan desa seperti kelapa dan gambir.

Dony Oskaria menegaskan bahwa investasi tidak boleh hanya hadir di atas kertas, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat daerah. “Investasi harus bersifat padat karya agar membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli lokal, bukan sekadar padat modal,” ujarnya. Langkah konkrit ini diambil agar manfaat ekonomi tetap berputar di Sumbar, termasuk keterlibatan tenaga kerja lokal dan pencatatan badan usaha di daerah.

Memacu Infrastruktur, Membuka Akses Nagari
Kunci masuknya investor ke sektor produktif terletak pada kesiapan infrastruktur strategis. Pemerintah Provinsi Sumbar kini tengah fokus menuntaskan proyek Jalan Tol Sicincin–Pangkalan dan Fly Over Sitinjau Lauik yang menjadi urat nadi distribusi hasil bumi. Selain itu, percepatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat memerlukan dukungan Danantara guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah.

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa pemetaan potensi telah dilakukan secara matang. “Apabila seluruh rencana strategis, termasuk reaktivasi jalur kereta api dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai serta Mandeh dapat dituntaskan, investasi akan meningkat tajam,” jelasnya. Proyek-proyek ini diyakini akan menjadi katalis bagi ekonomi perdesaan yang selama ini terkendala akses pasar.

Visi Sumbar Hijau dan Ketahanan Daerah
Selain infrastruktur fisik, rapat tersebut juga membahas penyusunan peta jalan “Sumbar Hijau” dan pengembangan kawasan kuliner tematik. Fokus pada energi panas bumi dan penanganan infrastruktur pascabencana di Lembah Anai menunjukkan komitmen pembangunan yang berkelanjutan.

Sinergi antara Danantara, BUMN, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang kondusif. Dengan kepastian hukum dan hilirisasi yang berjalan, produk-produk hasil keringat petani desa di Sumatera Barat tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tinggi yang memakmurkan daerah asal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA