Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 11 Apr 2025 21:49 WIB ·

Gebrakan Gubernur Jabar: Stop Donasi Jalanan, Fokus Bersihkan Sungai Cikulu


					<em>Gubernur Jawa Barat memberikan bantuan simbolis untuk pembangunan Masjid Al-Abror di Kampung Cikulu, Desa Cisande, Sukabumi, sambil menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai setempat.</em> Perbesar

Gubernur Jawa Barat memberikan bantuan simbolis untuk pembangunan Masjid Al-Abror di Kampung Cikulu, Desa Cisande, Sukabumi, sambil menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai setempat.

Cikulu, Sukabumi [DESA MERDEKA] – Praktik penggalangan dana di jalan raya, terutama yang mengatasnamakan pembangunan rumah ibadah yang terjadi di Kampung Cikulu, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, spontan dihentikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Setiap hari bikin macet jalan, katanya untuk pembangunan masjid. Mulai hari ini saya hentikan. Tidak boleh lagi minta-minta di jalan,” tegas Gubernur Dedi pada Kamis (10/4/2025) di hadapan warga Kampung Cikulu.

Pernyataan ini dilontarkan setelah mendapati aktivitas penggalangan dana untuk pembangunan Masjid Al-Abror yang dilakukan di tengah jalan Kampung Cikulu. Menurutnya, praktik ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas dan kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan serta tidak seharusnya menjadi cara utama dalam mencari dukungan dana.

Sebagai solusi konkret, Gubernur Dedi memberikan bantuan dana sebesar Rp 30 juta dari dana pribadinya untuk mendukung penyelesaian pembangunan Masjid Al-Abror di Kampung Cikulu. Namun, bantuan tersebut diberikan dengan satu syarat khusus yang ditujukan kepada seluruh warga Kampung Cikulu.

“Sekarang saya hanya minta satu kepada para warga, bersihkan sungai di kampung ini sebagai imbalan. Bersihkan semuanya,” ujar Gubernur Dedi, sambil menunjuk kondisi sungai di sekitar Kampung Cikulu yang memprihatinkan karena dipenuhi sampah.

Ia menekankan urgensi kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, khususnya kebersihan sungai. Gubernur Dedi menyampaikan bahwa tindakan membuang sampah ke sungai merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan. Sebaliknya, ia mendorong warga Kampung Cikulu untuk menjadikan kegiatan memungut sampah sebagai bentuk ibadah yang memiliki nilai positif dan perlu disosialisasikan di lingkungan masjid.

“Buang sampah ke sungai itu dosa. Tapi mungut sampah, itu ibadah. Tolong sampaikan itu nanti di mimbar masjid ini,” pesannya kepada tokoh masyarakat Kampung Cikulu.

Lebih lanjut, Gubernur Dedi mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat, dimulai dari Kampung Cikulu, Desa Cisande, untuk menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban sosial. “Pokoknya orang Sukabumi, orang Jawa Barat harus jadi teladan. Jaga lingkungan, jaga ketertiban,” pungkasnya, mengakhiri kunjungannya di Kampung Cikulu dengan harapan adanya perubahan positif dalam pengelolaan lingkungan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN