Menu

Mode Gelap
Rembuk Stunting Desa Batang Bahas Konvergensi dan Perencanaan Pencegahan Stunting Tahun 2027 Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KORUPSI · 18 Jan 2026 07:06 WIB ·

Dana Desa Jadi Bank Pribadi, Kades Tuhegeo II Ditahan


					Dana Desa Jadi Bank Pribadi, Kades Tuhegeo II Ditahan Perbesar

Gunungsitoli, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] Dana Desa yang seharusnya menjadi stimulus pembangunan di tingkat akar rumput justru disalahgunakan sebagai “bank pribadi” oleh oknum pejabat di Desa Tuhegeo II, Gunungsitoli. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli resmi menetapkan Kepala Desa berinisial YL dan Sekretaris Desa berinisial EL sebagai tersangka atas dugaan korupsi pengelolaan keuangan desa tahun anggaran 2023.

Modus yang dilakukan tergolong berani sekaligus ironis. Kedua tersangka diduga bersekongkol mencairkan dana tanpa prosedur resmi, menunda pembayaran vendor, hingga nekat meminjamkan uang negara kepada pihak lain untuk kepentingan pribadi. Akibat tindakan ini, negara ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp500 juta.

“Tim penyidik telah mengantongi dua alat bukti yang cukup. Keduanya diduga kuat melakukan penyimpangan yang menyebabkan kerugian besar bagi keuangan negara,” tegas Kasi Intelijen Kejari Gunungsitoli, Yaatulo Hulu, saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/1/2026).

Siasat Licin di Balik Laporan Palsu
Berdasarkan hasil penyidikan, YL dan EL melakukan penarikan dana desa di bank tanpa menyertakan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang sah. Tak berhenti di situ, uang yang sudah di tangan justru dialihkan kepada orang lain, alih-alih dibayarkan kepada pihak ketiga yang telah menyelesaikan pekerjaan di desa.

Guna menutupi jejak digital dan administratifnya, kedua tersangka melakukan pemalsuan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada Buku Kas Umum (BKU) desa. Dalam laporan tersebut, mereka mencantumkan seolah-olah dana masih tersisa di kas desa, padahal faktanya fisik uang tersebut sudah lenyap.

“LPJ palsu dibuat untuk menciptakan kesan bahwa keuangan desa dalam kondisi aman, demi memuluskan pelaporan tahun anggaran berjalan,” tambah Yaatulo.

Kades dan Sekdes di Gunungsitoli ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa sebesar Rp 500 juta, Sumut, Rabu (14/1/2026). Foto: Dok. Kejari Gunungsitoli

Ancaman Pidana dan Pengembangan Kasus
Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat, kedua tersangka langsung digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli. Keduanya akan menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 14 Januari hingga 3 Februari 2026.

Kejari Gunungsitoli memastikan bahwa kasus ini tidak akan berhenti pada dua nama tersebut. Tim penyidik saat ini tengah mendalami keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga turut serta menikmati atau memfasilitasi aksi lancung ini.

Para tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta pasal-pasal dalam KUHP terbaru terkait penyalahgunaan jabatan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi seluruh aparat desa bahwa dana desa adalah amanah untuk rakyat, bukan aset yang bisa dipinjamkan seenaknya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Modal Usaha Desa Malah Amblas di Pasar Trading

19 Mei 2026 - 12:47 WIB

Upeti Ormas Berkedok Sumbangan Hantui Kepala Desa di TTU

16 Mei 2026 - 07:02 WIB

Drama Dana Desa Loleo: Lima Tahun Tanpa Sentuhan Audit

9 Mei 2026 - 19:57 WIB

Audit Investigatif: Harga Mati Ungkap Korupsi Desa Loleo

1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Aset Mewah Kades Loleo Picu Desakan Audit Investigatif

29 April 2026 - 12:54 WIB

Gerah Dana Desa Jadi Ladang Kekayaan, Warga Loleo Laporkan Kades ke Kejari

27 April 2026 - 16:17 WIB

Trending di KORUPSI