Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KORUPSI · 1 Apr 2026 14:29 WIB ·

Maraton Klarifikasi: 15 Legislator Pangkalpinang Masuk Pusaran Kasus Perdin


					Maraton Klarifikasi: 15 Legislator Pangkalpinang Masuk Pusaran Kasus Perdin Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang mendadak riuh oleh kehadiran para wakil rakyat. Hingga Rabu (1/4/2026), sebanyak 15 anggota DPRD Kota Pangkalpinang telah memenuhi panggilan tim penyidik terkait dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas (perdin) tahun anggaran 2024-2025. Penyelidikan intensif ini menjadi sinyal kuat penegakan integritas dalam pengelolaan dana publik di Bangka Belitung.

Ediyansyah dari Fraksi PDI-P dan Eko Suprasetyo dari Fraksi NasDem menjadi nama terbaru yang datang ke Kejari pukul 09.03 WIB. Keduanya tampak irit bicara dan hanya menegaskan kehadiran mereka sebagai bentuk ketaatan hukum untuk memberikan klarifikasi resmi kepada penyidik.

Pemeriksaan Beruntun Sejak Awal Maret
Penyelidikan ini bukan baru saja dimulai. Sejak awal Maret 2026, Kejari Pangkalpinang telah melakukan “maraton” pemanggilan. Pekan ini saja, nama-nama seperti Dio Febrian, Rocky Husada, hingga Muhammad Iqbal sudah lebih dulu memberikan keterangan. Totalitas penyidikan ini menunjukkan adanya temuan serius dalam laporan penggunaan dana perjalanan dinas dua tahun terakhir.

Meski hampir separuh dari total anggota dewan sudah diperiksa, pihak Kejari melalui Kasi Intelijen, Anjasra Karya, masih memilih tutup mulut terkait detail perkembangan penyidikan. Masyarakat kini menanti transparansi hasil pemeriksaan untuk memastikan uang negara digunakan sesuai peruntukannya, bukan disimpangkan demi kepentingan pribadi.

Dampak Sistemik pada Kepercayaan Publik
Kasus dugaan penyimpangan anggaran perjalanan dinas di level legislatif kota sering kali mencederai rasa keadilan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah pelosok desa dan kelurahan yang sangat membutuhkan alokasi dana pembangunan. Integritas tata kelola keuangan di tingkat kota adalah cermin bagi tata kelola di tingkat bawah.

Sikap diam para legislator saat pemeriksaan dan belum adanya konfirmasi mendalam dari kejaksaan menciptakan ruang tanya bagi publik. Akuntabilitas penggunaan dana dinas tahun 2024-2025 kini menjadi ujian bagi kredibilitas lembaga perwakilan rakyat di Kota Pangkalpinang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mesin Speedboat Fiktif dan Tameng Politik di Desa Loleo

25 Mei 2026 - 12:47 WIB

Siasat Mangkir Kades Loleo: Dana Desa Menguap?

21 Mei 2026 - 09:54 WIB

Modal Usaha Desa Malah Amblas di Pasar Trading

19 Mei 2026 - 12:47 WIB

Upeti Ormas Berkedok Sumbangan Hantui Kepala Desa di TTU

16 Mei 2026 - 07:02 WIB

Drama Dana Desa Loleo: Lima Tahun Tanpa Sentuhan Audit

9 Mei 2026 - 19:57 WIB

Audit Investigatif: Harga Mati Ungkap Korupsi Desa Loleo

1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Trending di KORUPSI