Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 7 Mei 2026 16:40 WIB ·

Bukan Sekadar Rak Buku: Akreditasi Jadi Nyawa Perpustakaan Desa


					Bukan Sekadar Rak Buku: Akreditasi Jadi Nyawa Perpustakaan Desa Perbesar

Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Pengelolaan perpustakaan di tingkat desa dan sekolah di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menegaskan bahwa perpustakaan desa bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pilar literasi yang wajib memiliki standar pelayanan melalui proses akreditasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU, Robertus Nahas, menekankan bahwa akreditasi adalah langkah kunci agar layanan pengetahuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga desa dan siswa. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan Sosialisasi Advokasi dan Akreditasi Perpustakaan yang digelar di Aula Ruang Baca Dinas Perpustakaan TTU, Kamis (7/5/2026).

SDM Desa Sebagai Penentu Mutu
Dalam penilaian akreditasi, aspek yang diuji bukan hanya kemegahan gedung atau jumlah koleksi buku. Robertus menjelaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) pengelola atau pustakawan desa memegang peranan paling vital. Profesionalisme pengelola menjadi penentu apakah sebuah perpustakaan mampu menghidupkan minat baca warga atau justru menjadi ruang sunyi yang tidak produktif.

“Agar perpustakaan itu valid dan berkualitas maka harus mendapatkan akreditasi. Yang dinilai bukan hanya gedung, tetapi juga SDM yang mengelolanya,” ujar Robertus. Dengan standar yang jelas, pengelola perpustakaan di tingkat SD, SMP, hingga desa dituntut untuk bertransformasi menjadi penyedia informasi yang handal bagi masyarakat.

Penyimpanan Dokumen dan Literasi Masyarakat
Kearsipan dan perpustakaan dipandang sebagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dalam pembangunan desa. Keduanya berperan penting dalam menyimpan dokumen sejarah desa sekaligus menjadi motor penggerak pengetahuan masyarakat. Akreditasi ini diharapkan mampu memvalidasi peran perpustakaan sebagai wadah pembangunan pengetahuan yang nyata.

Melalui tema “Akreditasi Sebagai Pilar Peningkatan Mutu Layanan Perpustakaan”, para pengelola di seluruh wilayah TTU diajak untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan. Langkah ini diambil demi memastikan budaya literasi masyarakat meningkat, seiring dengan tersedianya fasilitas perpustakaan yang telah memenuhi standar nasional di tengah-tengah lingkungan perdesaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA