Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 14 Mar 2025 20:49 WIB ·

Banjir PALI Meluas, Polisi Siaga, Sekolah Libur!


					<em>Personel Polsek Tanah Abang memantau kondisi banjir di Kecamatan Tanah Abang, PALI, Jumat (14/3/2025).</em> Perbesar

Personel Polsek Tanah Abang memantau kondisi banjir di Kecamatan Tanah Abang, PALI, Jumat (14/3/2025).

Penukal Abab Lematang Ilir [DESA MERDEKA] – Curah hujan tinggi mengakibatkan Sungai Lematang dan Sungai Perayun meluap. Akibatnya, banjir merendam sebelas desa di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kondisi ini kian mengkhawatirkan, sehingga Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Abang bergerak cepat.

Kapolsek Tanah Abang, IPTU Arzuan, S.H., bersama anggotanya, melaksanakan patroli serta memantau ketinggian air pada Jumat (14/3/2025). Mereka memastikan keselamatan warga terdampak. Selain itu, polisi juga mengatur arus lalu lintas yang terganggu dan berkoordinasi dengan instansi terkait penanggulangan banjir.

“Awalnya sepuluh desa yang terdampak banjir, namun kini bertambah Desa Lunas Jaya yang berada di bantaran Sungai Perayun,” ungkap IPTU Arzuan. Desa-desa lain yang turut terendam meliputi Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Muara Sungai, Curup, Sukaraja, Sedupi, Tanjung Dalam, Pandan, dan Modong.

Meskipun sebagian besar rumah warga berjenis rumah panggung, air mulai memasuki bagian lantai dan merendam perabotan rumah tangga. Jika debit air terus meningkat, dampak banjir diperkirakan akan semakin meluas dan parah bagi warga.

Sebagai langkah antisipasi, kegiatan belajar mengajar di sekolah dari tingkat SD hingga SMA terpaksa diliburkan. Keputusan ini diambil demi keselamatan para siswa dan guru. Air terpantau mulai memasuki beberapa ruang kelas.

Polsek Tanah Abang telah menjalin koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa. Tujuannya adalah mempercepat upaya penanggulangan banjir. Mereka juga telah meminta Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera menyalurkan bantuan sembako. Selain itu, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tanah Abang diminta bersiap menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan warga.

Arus lalu lintas di beberapa titik mengalami gangguan akibat jalan yang terendam air. Polsek Tanah Abang berkoordinasi untuk mendirikan Posko Banjir di desa-desa yang belum memilikinya. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat informasi dan penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak.

Mengingat hujan yang masih terus mengguyur wilayah tersebut, IPTU Arzuan mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air. Warga juga diminta untuk segera melapor kepada petugas jika membutuhkan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Polsek Tanah Abang menyatakan akan terus memantau perkembangan debit air dan berupaya semaksimal mungkin meminimalkan dampak buruk dari banjir.

Saat ini, prioritas utama adalah penyaluran bantuan logistik, pelayanan medis, serta proses evakuasi warga yang membutuhkan. Polsek Tanah Abang mengimbau seluruh warga untuk mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN