Kota Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan kawah candradimuka bagi calon pemimpin masa depan Sumatera Barat. Dalam kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Syukur Simpang Rumbio, Minggu (1/3/2026), Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa kedekatan generasi muda dengan masjid adalah investasi karakter paling krusial untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Gubernur mengingatkan bahwa arus informasi dan teknologi membawa risiko besar jika tidak dibentengi dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. “Jika sejak sekarang pemuda dekat dengan masjid, menjaga salat, dan hormat pada orang tua, insyaallah Sumbar akan dipimpin oleh generasi yang kuat iman,” ujar Mahyeldi di hadapan jemaah dan para remaja.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap fungsi edukasi masjid, Gubernur menyerahkan bantuan senilai Rp25 juta untuk pengembangan fasilitas Masjid Syukur, ditambah 40 mushaf Al-Qur’an. Langkah ini diharapkan memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan akhlak di Kota Solok.
Sinergi Menangkal Pergaulan Negatif
Gubernur juga menyoroti ancaman nyata seperti penyalahgunaan narkoba dan dampak media sosial yang tidak terkontrol. Ia mengajak orang tua serta pengurus masjid untuk proaktif membimbing anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam lingkungan destruktif.
Senada dengan Gubernur, Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi. Baginya, menciptakan lingkungan kondusif bagi tumbuh kembang remaja yang berintegritas adalah fondasi utama kemajuan daerah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan dialog hangat antara Gubernur dan jemaah. Momen Subuh Mubarakah ini menjadi bukti bahwa pembangunan Sumatera Barat tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan jiwa dan moral generasi penerusnya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.