Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 28 Jan 2026 17:58 WIB ·

Jalan Kolbano Patah, Nyawa Pengguna Jalan NTT Terancam Bahaya


					Kondisi jalan trans selatan Kolbano kabupaten Timor Tengah Selatan-NTT Perbesar

Kondisi jalan trans selatan Kolbano kabupaten Timor Tengah Selatan-NTT

Kupang, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Jalur selatan Pulau Timor kini tengah berubah menjadi ancaman nyata bagi para pelintas. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Benny Chandradinata, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT untuk segera memprioritaskan perbaikan titik patahan di ruas jalan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sebelum jatuh lebih banyak korban.

Kondisi jalur strategis di Desa Oetuke, Kecamatan Kolbano ini dilaporkan mengalami kerusakan struktur yang sangat serius. Dua titik patahan besar membuat permukaan jalan tidak stabil dan sangat berisiko memicu kecelakaan maut bagi kendaraan yang melintas, terutama di malam hari.

“Ruas jalan ini harus segera diperbaiki. Sudah berulang kali terjadi kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut, bahkan baru saja terjadi kecelakaan kemarin (Senin, 26/1),” tegas Benny saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (27/1/2026).

Akses Vital yang Terabaikan
Jalan Kolbano bukanlah sekadar akses penghubung biasa. Jalur ini merupakan satu-satunya nadi transportasi di selatan Pulau Timor yang menawarkan waktu tempuh lebih singkat menuju Kota Kupang. Namun, efisiensi waktu ini kini harus dibayar mahal oleh masyarakat dengan risiko keselamatan jiwa akibat pembiaran kerusakan infrastruktur.

Benny menilai, lambatnya penanganan terhadap patahan jalan ini menunjukkan kurangnya kepekaan otoritas terkait terhadap keselamatan publik. Ia menekankan bahwa mobilitas ekonomi warga selatan Pulau Timor bisa lumpuh jika jalur vital ini terputus atau semakin rusak parah.

Infrastruktur Harus Tuntas, Bukan Setengah-setengah
Politisi tersebut memastikan akan membawa isu “darurat jalan Kolbano” ini ke forum resmi DPRD NTT. Ia menuntut Dinas PUPR NTT untuk tidak menghentikan pekerjaan dan memastikan penganggaran perbaikan dilakukan secara berkelanjutan hingga tuntas.

“Pekerjaan perbaikannya tidak boleh terhenti. Ini menyangkut hak masyarakat atas rasa aman saat berkendara. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian melalui penganggaran yang serius,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diimbau untuk ekstra waspada saat melintasi Desa Oetuke demi menghindari insiden yang tidak diinginkan di titik-titik patahan jalan tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 145 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA