Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 30 Sep 2024 11:02 WIB ·

Trenggalek Sukses Turunkan Stunting dengan Pendekatan Data dan Sinergi Antar Stakeholder


					Trenggalek Sukses Turunkan Stunting dengan Pendekatan Data dan Sinergi Antar Stakeholder Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Kabupaten Trenggalek berhasil meraih prestasi signifikan dalam upaya penurunan angka stunting. Prestasi ini tidak lepas dari penerapan program “Percampatan Understanding” yang mengintegrasikan data dengan perencanaan pembangunan di tingkat desa.

Dalam sebuah diskusi, Hery Purwaningtyas, perwakilan dari Kecamatan Tugu, Trenggalek, berbagi pengalaman mengenai keberhasilan program ini. Beliau menjelaskan bahwa data yang diperoleh dari Electronic Health Data Warehouse (EHDW) menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan untuk mengintegrasikan upaya penanggulangan stunting ke dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES).

“Data adalah kunci utama dalam menyelesaikan permasalahan stunting,” ujar Hery Purwaningtyas. “Dengan data yang lengkap, kita dapat mengidentifikasi masalah dengan lebih akurat dan merancang intervensi yang tepat sasaran.”

Selain pemanfaatan data, keberhasilan Kecamatan Tugu juga tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah desa, puskesmas, dan dinas terkait lainnya. Kolaborasi ini memungkinkan terlaksananya program-program yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Semua stakeholder bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu penurunan angka stunting,” tambah Hery Purwaningtyas. “Sinergi ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua upaya yang dilakukan saling mendukung dan tidak tumpang tindih.”

Memetakan SDGs Desa

Imanuddin, host program tersebut, juga menyoroti pentingnya menghubungkan data EHDW dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Dengan melakukan pemetaan, pemerintah desa dapat mengidentifikasi program-program yang dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk penurunan stunting.

“Data EHDW tidak hanya berguna untuk perencanaan, tetapi juga dapat digunakan untuk memetakan SDGs Desa,” jelasnya. “Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa program-program yang kita laksanakan tidak hanya berfokus pada penurunan stunting, tetapi juga pada pembangunan desa secara keseluruhan.”

Pelajaran untuk Daerah Lain

Keberhasilan Kecamatan Tugu dalam menurunkan angka stunting dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Beberapa poin penting yang dapat diambil sebagai pelajaran antara lain:

  • Pentingnya data: Data yang akurat dan terkini adalah kunci dalam pengambilan keputusan yang tepat.
  • Sinergi antar stakeholder: Kolaborasi antara berbagai pihak terkait sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal.
  • Integrasi dengan perencanaan pembangunan: Upaya penurunan stunting harus diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan desa secara keseluruhan.
  • Pemanfaatan SDGs Desa: SDGs Desa dapat menjadi kerangka kerja yang berguna dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan.
Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Unik, Desa Keretak di Bangka Tengah Rayakan Empat Kali Lebaran

25 Januari 2026 - 08:00 WIB

Situbondo Hidupkan Jalur 1.000 KM Lewat Festival Anyer-Panarukan

25 Januari 2026 - 03:12 WIB

Fadli Zon Aktifkan Museum Syafe’i: Pionir Pendidikan Karakter Bangsa

24 Januari 2026 - 20:32 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 18: Pendidikan untuk Semua

24 Januari 2026 - 14:37 WIB

Kolaborasi DKI-Malut: Ahmad Assagaf Resmi Gabung Anggota PPAD

22 Januari 2026 - 19:14 WIB

Cara Gubernur Babel Jinakkan Inflasi, Bagi-bagi 150 Ribu Bibit Cabai ke Dapur Warga

21 Januari 2026 - 19:22 WIB

Trending di RAGAM