Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 1 Mar 2026 16:46 WIB ·

Solusi Taktis Air Bersih di Desa Simpang Lhee Aceh


					Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan program Penyediaan Air Bersih Darurat Pascabanjir Bandang melalui instalasi tandon air dan kran umum sebagai sarana distribusi air bersih bagi warga. (Foto: Ist) Perbesar

Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan program Penyediaan Air Bersih Darurat Pascabanjir Bandang melalui instalasi tandon air dan kran umum sebagai sarana distribusi air bersih bagi warga. (Foto: Ist)

Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Tim Pengabdian Masyarakat yang dipimpin Safrizal, M.P., berhasil memutus krisis air bersih di Desa Simpang Lhee, Aceh Tamiang, pascabanjir bandang melalui instalasi sistem komunal darurat. Dengan memasang tandon berkapasitas besar dan kran umum di titik strategis, warga kini tidak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan satu jeriken air layak pakai.

Instalasi yang dikerjakan bersama mahasiswa—Ali Putra S., Riski Rahmadani, dan Arif Pansuri—ini dirancang sederhana namun efisien. Air bersih dipasok menggunakan mobil tangki, ditampung dalam tandon, dan didistribusikan melalui sistem kran yang bisa diakses secara kolektif oleh warga selama masa pemulihan bencana.

“Air bersih adalah benteng pertahanan pertama untuk menjaga sanitasi dan kesehatan masyarakat pascabencana,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya pada masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. (Foto: Ist)

Edukasi untuk Ketahanan Desa
Tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tim juga membekali warga Desa Simpang Lhee dengan edukasi pemeliharaan fasilitas secara mandiri. Langkah ini diambil agar sarana tandon tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi berubah menjadi aset berkelanjutan yang memperkuat kesiapsiagaan desa terhadap potensi bencana di masa depan.

Sambutan hangat datang dari masyarakat yang sebelumnya sangat kesulitan mengakses air bersih akibat sumber air lokal tercemar lumpur banjir. Kehadiran instalasi ini dianggap sebagai bentuk nyata kontribusi akademisi yang turun langsung menjawab kebutuhan mendasar warga di garis depan pemulihan bencana.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa ini diharapkan menjadi model solusi adaptif yang bisa diterapkan di wilayah rawan bencana lainnya di Aceh Tamiang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM