Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Tim Pengabdian Masyarakat yang dipimpin Safrizal, M.P., berhasil memutus krisis air bersih di Desa Simpang Lhee, Aceh Tamiang, pascabanjir bandang melalui instalasi sistem komunal darurat. Dengan memasang tandon berkapasitas besar dan kran umum di titik strategis, warga kini tidak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan satu jeriken air layak pakai.
Instalasi yang dikerjakan bersama mahasiswa—Ali Putra S., Riski Rahmadani, dan Arif Pansuri—ini dirancang sederhana namun efisien. Air bersih dipasok menggunakan mobil tangki, ditampung dalam tandon, dan didistribusikan melalui sistem kran yang bisa diakses secara kolektif oleh warga selama masa pemulihan bencana.
“Air bersih adalah benteng pertahanan pertama untuk menjaga sanitasi dan kesehatan masyarakat pascabencana,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Edukasi untuk Ketahanan Desa
Tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tim juga membekali warga Desa Simpang Lhee dengan edukasi pemeliharaan fasilitas secara mandiri. Langkah ini diambil agar sarana tandon tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi berubah menjadi aset berkelanjutan yang memperkuat kesiapsiagaan desa terhadap potensi bencana di masa depan.
Sambutan hangat datang dari masyarakat yang sebelumnya sangat kesulitan mengakses air bersih akibat sumber air lokal tercemar lumpur banjir. Kehadiran instalasi ini dianggap sebagai bentuk nyata kontribusi akademisi yang turun langsung menjawab kebutuhan mendasar warga di garis depan pemulihan bencana.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa ini diharapkan menjadi model solusi adaptif yang bisa diterapkan di wilayah rawan bencana lainnya di Aceh Tamiang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.