Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Aliran Sungai Rowosari di Kecamatan Bonorowo, Kebumen, akhirnya kembali bernapas lega. Setelah sekian lama tersumbat oleh hamparan eceng gondok yang masif, kerja sama taktis antara alat berat dan semangat gotong royong warga berhasil menormalisasi aliran sungai tersebut pada Jumat (28/2/2025).
Sudut pandang unik dari aksi ini bukan sekadar pada pembersihannya, melainkan pada model kolaborasi “keroyokan” yang efektif. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kebumen mengambil peran teknis dengan mengerahkan ekskavator untuk mengangkat tumpukan gulma. Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen memastikan “napas” alat berat tersebut terjaga melalui dukungan logistik bahan bakar yang berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor di Garis Depan
Pembersihan massal ini tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan moril dan fisik di lapangan. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bonorowo bersama Pemerintah Desa Rowosari serta warga Desa Patukrejo turut turun tangan dalam aksi ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa masalah lingkungan yang kompleks dapat tuntas jika dikoordinasikan secara lintas sektor.
Lancar kembali aliran sungai disambut suka cita oleh penduduk setempat, mengingat Sungai Rowosari merupakan urat nadi drainase yang krusial bagi area persawahan dan pemukiman sekitar.
Edukasi Pasca-Pembersihan: Sungai Bukan Tempat Sampah
Meski sungai sudah bersih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya adalah pemeliharaan jangka panjang. Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kebumen, Bagus Priyanto, S.T., menekankan bahwa kesadaran masyarakat adalah kunci agar eceng gondok tidak kembali tumbuh subur akibat pendangkalan oleh sampah.
“Kami sangat berharap masyarakat lebih peduli. Jangan jadikan aliran sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Gotong royong berkala harus menjadi komitmen bersama agar kondisi sungai tetap terjaga,” tegas Bagus.
Upaya normalisasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga untuk menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri. Dengan sungai yang bersih, risiko luapan air saat hujan ekstrem dapat diminimalisir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga yang bergantung pada aliran sungai tersebut.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.