Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 2 Mar 2025 11:15 WIB ·

Sinergi Alat Berat dan Warga Bebaskan Sungai Rowosari


					Sinergi Alat Berat dan Warga Bebaskan Sungai Rowosari Perbesar

Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Aliran Sungai Rowosari di Kecamatan Bonorowo, Kebumen, akhirnya kembali bernapas lega. Setelah sekian lama tersumbat oleh hamparan eceng gondok yang masif, kerja sama taktis antara alat berat dan semangat gotong royong warga berhasil menormalisasi aliran sungai tersebut pada Jumat (28/2/2025).

Sudut pandang unik dari aksi ini bukan sekadar pada pembersihannya, melainkan pada model kolaborasi “keroyokan” yang efektif. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kebumen mengambil peran teknis dengan mengerahkan ekskavator untuk mengangkat tumpukan gulma. Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen memastikan “napas” alat berat tersebut terjaga melalui dukungan logistik bahan bakar yang berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor di Garis Depan
Pembersihan massal ini tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan moril dan fisik di lapangan. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bonorowo bersama Pemerintah Desa Rowosari serta warga Desa Patukrejo turut turun tangan dalam aksi ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa masalah lingkungan yang kompleks dapat tuntas jika dikoordinasikan secara lintas sektor.

Lancar kembali aliran sungai disambut suka cita oleh penduduk setempat, mengingat Sungai Rowosari merupakan urat nadi drainase yang krusial bagi area persawahan dan pemukiman sekitar.

Edukasi Pasca-Pembersihan: Sungai Bukan Tempat Sampah
Meski sungai sudah bersih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya adalah pemeliharaan jangka panjang. Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kebumen, Bagus Priyanto, S.T., menekankan bahwa kesadaran masyarakat adalah kunci agar eceng gondok tidak kembali tumbuh subur akibat pendangkalan oleh sampah.

“Kami sangat berharap masyarakat lebih peduli. Jangan jadikan aliran sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Gotong royong berkala harus menjadi komitmen bersama agar kondisi sungai tetap terjaga,” tegas Bagus.

Upaya normalisasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga untuk menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri. Dengan sungai yang bersih, risiko luapan air saat hujan ekstrem dapat diminimalisir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga yang bergantung pada aliran sungai tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

TPA Solok Sekarat, Gerakan Nagari Jadi Penyelamat Krisis Sampah

27 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Dapur Ngepul dari Sortir Limbah Pebayuran Bekasi

23 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Bayar PBB Pakai Sampah, Desa Sudu Gayam Sebar Satgas

8 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.
Trending di LINGKUNGAN