Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – SD Negeri Tlogo, yang terletak di Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mengukuhkan dirinya sebagai pencetak atlet bola voli putri berprestasi di kancah regional hingga nasional. Tradisi olahraga ini terus dipertahankan bahkan menjadi visi sekolah, yang kini ditopang oleh alumni berprestasi yang kembali mengabdikan diri.
Kepala SD Negeri Tlogo, F. Riyanto, S.Pd., M.M, mengungkapkan bahwa upaya perbaikan prestasi voli putri sekolah merupakan pesan utama saat ia bertugas di akhir tahun 2018. Upaya tersebut membuahkan hasil, dengan capaian terbaru meraih juara satu tingkat karesidenan pada tahun 2019, sebelum POBDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) tingkat provinsi tertunda akibat pandemi.
“Setelah kami masuk ke sini, alhamdulillah prestasinya mulai naik lagi. Terakhir itu hanya sampai tingkat karesidenan, juara satu tahun 2019 sebelum COVID,” jelas F. Riyanto, S.Pd., M.M., pada Kamis (25/9/2025).
Ia juga mengenang masa kejayaan SD Tlogo yang pernah melaju hingga tingkat nasional dan meraih juara satu di kisaran tahun 2006. Tidak hanya itu, salah satu mantan siswanya yang pernah tergabung dalam tim nasional kini direkrut kembali menjadi guru olahraga di sekolah tersebut, yaitu Lilis Triani, S.Pd.
Visi Sekolah Berbasis Olahraga dan Disiplin
Prestasi voli putri di Tlogo berawal dari minat siswa yang kemudian diarahkan ke wadah klub. Kini, klub tersebut berevolusi menjadi Ananta, yang bahkan dijadikan akronim bagi visi SD Negeri Tlogo: Agamis, Nasionalis, Amanah, Nalar, Tanggung Jawab, dan Antusias. Ananta juga diabadikan sebagai ikon sekolah dengan pembangunan tugu di kompleks SD.
Lilis Triani, alumni sekaligus guru olahraga SD Tlogo, membenarkan tradisi kuat ini. Ia bercerita bahwa sejak kelas empat SD, seluruh kegiatannya didominasi oleh latihan voli, yang menuntut kedisiplinan tinggi sejak pagi hingga sore. Kedisiplinan inilah yang disebutnya menjadi kunci untuk meraih cita-cita dan prestasi.
“Untuk meraih cita-cita itu memang kita harus butuh ketekunan, dari niat kita. Dulu waktu SD itu kami benar-benar dilatih dengan kedisiplinan. Arti kedisiplinan itu sangat penting sekali,” tegas Lilis.
Disiplin yang ditanamkan sejak dini menghasilkan banyak atlet yang sukses berkarir. Lilis menyebut beberapa seniornya yang kini menjadi guru olahraga di tingkat SMA hingga dosen di perguruan tinggi, menunjukkan bahwa voli adalah jalur prestasi yang menjanjikan.
Prestasi Hingga Tingkat Nasional dan Dukungan Keluarga
Lilis sendiri merupakan bukti nyata kesuksesan tradisi ini. Ia pernah mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (Kopnas) di Jakarta pada tahun 2006 saat masih kelas enam SD. Meskipun saat ini aturan kejuaraan provinsi menggunakan kelompok umur dan didominasi pelajar SMA, SD Tlogo masih mampu mencetak prestasi teranyar dengan meraih juara satu POBDA tingkat Kabupaten Semarang pada Februari 2025.
Bahkan, baru-baru ini, Lilis baru saja kembali dari kejuaraan Forma Scorprix di Palembang sebagai bagian dari tim Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Semarang dan berhasil meraih juara tiga (medali perunggu).
Lilis menekankan pentingnya dukungan keluarga sebagai pendorong utama. Ia berharap, pengalamannya ini dapat memotivasi orang tua dan anak-anak muda di Tuntang dan Kabupaten Semarang untuk mencintai olahraga voli, bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga sebagai jalur prestasi yang membuka peluang masa depan.




















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.