Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 10 Jan 2026 13:43 WIB ·

PPDI Kalidawir Bentuk Kekuatan Baru, Firmansyah Manshur Terpilih Aklamasi


					PPDI Kalidawir Bentuk Kekuatan Baru, Firmansyah Manshur Terpilih Aklamasi Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Perangkat desa bukan lagi sekadar “pelengkap” di kantor desa, melainkan kekuatan birokrasi yang kini mulai merapatkan barisan. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya Musyawarah Kecamatan (Muscam) perdana Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kalidawir yang digelar di Pendopo Desa Rejosari, Sabtu (10/12/2025).

Dalam forum bersejarah tersebut, Firmansyah Manshur, S.Pdi., S.H. secara aklamasi terpilih menahkodai PPDI Kecamatan Kalidawir untuk masa bakti 2026–2031. Terpilihnya sosok berlatar belakang hukum ini memberikan sinyal kuat bahwa perangkat desa di Tulungagung mulai sadar akan pentingnya perlindungan hukum dan profesionalisme organisasi.

Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Satu Komando
Wakil Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Darosin, menegaskan bahwa Muscam ini adalah momentum “satu komando”. Menurutnya, perangkat desa sering kali berada di posisi rentan, sehingga penguatan struktur hingga tingkat kecamatan menjadi harga mati untuk memperjuangkan kesejahteraan, khususnya terkait Penghasilan Tetap (Siltap) dan tunjangan.

“Ini adalah tonggak sejarah. Kita harus satu suara dalam memperjuangkan hak dan perlindungan hukum. Tanpa organisasi yang solid di tingkat akar rumput, aspirasi kita hanya akan menjadi angin lalu,” tegas Darosin.

Ujung Tombak yang Kini Memiliki “Rumah”
Camat Kalidawir, Rusdiyanto, yang hadir membuka acara, melihat fenomena ini dari sisi strategis pelayanan publik. Ia mengakui bahwa perangkat desa adalah mesin utama pembangunan. Dengan adanya wadah resmi di tingkat kecamatan, hambatan komunikasi antara pemerintah desa dan kecamatan diharapkan hilang.

“PPDI harus menjadi mitra strategis. Komunikasi harus lebih cair, terutama dalam mengawal kebijakan daerah yang sering kali dinamis,” ujar Rusdiyanto.

Visi Firmansyah: Kapasitas dan Solidaritas
Usai terpilih, Firmansyah Manshur menyatakan kesiapannya membawa korps perangkat desa ke level yang lebih tinggi. Fokus utamanya bukan hanya soal tuntutan hak, tetapi juga peningkatan kapasitas personel.

“Alhamdulillah, Muscam berjalan sukses. Visi saya jelas: meningkatkan kapasitas perangkat desa agar lebih profesional, namun tetap menjaga solidaritas antar-anggota tanpa memandang jabatan. Kami ingin pengurus baru ini membawa dampak nyata bagi kesejahteraan,” kata Firmansyah.

Muscam perdana ini diikuti oleh seluruh perangkat desa se-Kecamatan Kalidawir serta dihadiri unsur TNI dan Polri, menandakan dukungan lintas sektor terhadap eksistensi organisasi profesi ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Tiang Alif, Simbol Persatuan Langit dan Bumi di Pelita

17 Januari 2026 - 05:22 WIB

Ekosistem Budaya Ambarawa Hidup Lewat Sendratari Babad Fort Willem I

12 Januari 2026 - 21:54 WIB

Melawan Lupa: Kisah Benteng Pendem Ambarawa Dalam Gerak Tari

12 Januari 2026 - 17:06 WIB

Benteng Willem I Ambarawa Kini Punya Pertunjukan Sendratari Rutin

12 Januari 2026 - 17:04 WIB

Grha Mandala Cipta: Jembatan Milenial Ambarawa Mencintai Tradisi

12 Januari 2026 - 17:01 WIB

Monumen Galodo Sumatera, Ruang Doa dan Ingatan di Jantung Padang Panjang

12 Januari 2026 - 10:56 WIB

Trending di SOSBUD