Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 2 Mei 2026 08:19 WIB ·

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas


					Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas Perbesar

Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Belajar sejarah kini tak lagi membosankan di balik meja kayu. Sebanyak 20 guru muda dan siswa yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPS Kelompok 05 dari Kecamatan Tuntang dan Beringin, melakukan aksi nyata dengan “menyulap” Benteng Willem I Ambarawa menjadi ruang kelas terbuka pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini menjadi jawaban atas jenuhnya metode hafalan teori di sekolah pedesaan.

Dipandu oleh Ketua MGMP IPS, Catur, rombongan pendidik ini menelusuri setiap sudut benteng yang dibangun sejak 1834. Inisiasi ini bertujuan memberikan pengalaman visual nyata bagi guru yang latar belakang studinya tidak linier dengan pelajaran sejarah, agar mereka tetap mampu mengajar secara mendalam melalui observasi langsung.

Menelusuri Jejak Kelam di Balik Gedung Simetris
Benteng yang dibangun mulai tahun 1834 atas inisiasi Jenderal Van Den Bosch ini menyimpan arsitektur simetris yang mengagumkan. Terdapat empat gedung trapesium di empat penjuru mata angin utama (utara, timur, selatan, barat) yang dahulu berfungsi sebagai gudang logistik pangan dan perang.

Sejarah mencatat, benteng yang diresmikan tahun 1835 ini awalnya adalah barak militer dengan kapasitas 2.000 prajurit kolonial. Namun, memasuki era 1900-an, fungsinya bergeser menjadi penjara bagi tahanan politik pergerakan nasional. Kelamnya masa pendudukan Jepang di tahun 1942 juga membekas di sini, di mana benteng sempat menjadi kamp tawanan perang bagi tentara Belanda serta para Jugun Ianfu.

Media Sosial: Senjata Baru Promosi Wisata Daerah
Selain misi edukasi, para guru dan siswa didorong menjadi “agen marketing” bagi aset wisata Kabupaten Semarang. Dengan membagikan dokumentasi kunjungan ke media sosial, mereka berharap pesona Fort Willem I bisa menjangkau dunia internasional. Strategi ini dianggap efektif untuk mempromosikan wisata daerah tanpa biaya mahal.

Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah penyangga untuk menggalakkan metode outing class. Dengan merasakan langsung hawa di dalam bastion pengintai musuh, siswa diharapkan tidak hanya menghafal angka tahun, tetapi juga memiliki kebanggaan atas identitas sejarah di tanah kelahirannya sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Trending di JALAN JAJAN