Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 13 Mei 2026 09:40 WIB ·

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan


					Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kepulauan Mentawai bukan sekadar deretan ombak kelas dunia bagi para peselancar. Di balik pesona 400 titik selancar yang melegenda, terdapat tantangan besar: bagaimana memastikan ribuan wisatawan mancanegara yang datang benar-benar membawa kesejahteraan bagi warga desa, bukan sekadar keuntungan bagi kantong investor asing.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pengelolaan Mentawai harus bergeser dari sekadar eksploitasi ke arah penataan yang berdaulat. Dalam rapat strategis di Istana Gubernuran (12/5/2026), terungkap fakta mengejutkan bahwa hampir 90 persen resort di sana dikuasai modal asing, namun sebagian masih “bersembunyi” di balik nama lokal untuk menghindari kewajiban regulasi.

Menertibkan “Investasi Gelap” di Pesisir
Pesatnya pertumbuhan resort yang kini mencapai 223 unit menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi memajukan pariwisata, di sisi lain menciptakan celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mahyeldi menginstruksikan tim khusus lintas OPD untuk melakukan audit lapangan dan validasi legalitas usaha. Tujuannya tegas: kepastian hukum dan perlindungan lingkungan.

Pemerintah tidak ingin pemanfaatan ruang laut dilakukan secara liar. “Pemanfaatan wilayah laut harus tetap memperhatikan keberlanjutan dan kepatuhan terhadap aturan zonasi,” tegas Mahyeldi. Sinkronisasi kewenangan antara provinsi dan kabupaten menjadi kunci agar izin pemanfaatan laut tidak menjadi tumpang tindih yang membingungkan masyarakat desa pesisir.

Desa sebagai Benteng Konservasi dan Ekonomi
Masa depan desa di Mentawai kini diarahkan pada konsep wisata bahari berbasis lingkungan. Hutan mangrove yang luas tidak lagi hanya dipandang sebagai semak payau, melainkan calon pusat wisata edukasi dan tempat pemijahan ikan alami. Strategi ini diharapkan mampu menghidupkan ekonomi masyarakat lokal sekaligus menjaga ekosistem pantai dari kerusakan.

Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar pun telah menyiapkan “Kampung Nelayan” terintegrasi. Program ini mencakup budidaya bioflok hingga konservasi terumbu karang. Dengan dukungan penambahan landasan pacu Bandara Mentawai, aksesibilitas wisatawan akan semakin mudah, namun pintu masuk ini harus dibarengi dengan kesiapan SDM lokal.

Pemuda Lokal: Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Mahyeldi menuntut agar industri pariwisata membuka ruang luas bagi pemuda Mentawai. Pelatihan tenaga kerja akan ditingkatkan agar mereka terserap ke dalam operasional resort profesional. Budaya lokal pun diposisikan sebagai daya tarik utama, bukan sekadar pelengkap.

Ketua Asosiasi Resort Mentawai mendukung penuh penertiban ini. Mereka khawatir jika tata kelola dibiarkan tanpa audit, daerah hanya akan mendapat ampas dari eksploitasi lingkungan. Pariwisata Mentawai harus maju dengan martabat, di mana investor taat hukum dan masyarakat desa berdiri tegak sebagai pemilik sah kekayaan alamnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Trending di JALAN JAJAN