Samarinda, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Kampung Tenun di Samarinda Seberang kini bukan sekadar sentra produksi kain tradisional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia tengah memacu transformasi kawasan ini menjadi destinasi wisata unggulan. Langkah ini merupakan strategi “tancap gas” untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai magnet wisatawan nasional dan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa pengembangan desa wisata kini menjadi fokus utama RPJMD. “Kami melakukan penguatan promosi, digitalisasi, hingga pendampingan produk ekonomi kreatif agar potensi lokal ini naik kelas,” ujarnya dalam sinergi pengembangan Desa Wisata, Selasa (30/3/2026).

Sinergi Lintas Sektor demi Kemandirian Desa
Pengembangan Kampung Tenun tidak berjalan sendiri. Kolaborasi melibatkan Bank Indonesia hingga OJK melalui program BIMA Etam ke-11. Tujuannya jelas: mendorong UMKM memperluas akses pasar dan literasi keuangan. Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, optimistis pariwisata akan menjadi sektor pertumbuhan ekonomi baru (PDRB) yang mampu menghidupkan memori kolektif sarung Samarinda yang melegenda.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menambahkan bahwa status Kampung Tenun harus meningkat dari desa berkembang menjadi desa wisata maju. “Kita berada di gerbang IKN. Potensi besar ini tidak akan berarti tanpa penguatan branding yang menarik wisatawan untuk singgah dan berbelanja,” tegasnya usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rabu (31/3/2026).

Integrasi Wisata Susur Sungai dan Budaya
Visi besar ke depan adalah mengintegrasikan Kampung Tenun dengan ikon kota lainnya seperti Teras Samarinda dan wisata susur Sungai Mahakam. Wisatawan yang menuju IKN diarahkan untuk menikmati pengalaman budaya yang utuh di Samarinda.
| Fokus Pengembangan | Target Utama |
| Peningkatan SDM | Perajin terampil dan melek digital |
| Digitalisasi Pemasaran | Produk tenun tembus pasar global |
| Konektivitas Destinasi | Paket wisata susur sungai & belanja tenun |
| Regulasi (Pergub 35/2023) | Dasar hukum kuat untuk kemandirian desa |
Melalui kolaborasi ini, pariwisata diharapkan bukan sekadar seremoni, melainkan mesin ekonomi yang dampaknya langsung terasa di kantong masyarakat lokal. Dengan membawa kain tenun pulang, wisatawan secara tidak langsung menjadi agen promosi gratis bagi kelestarian budaya Samarinda.

Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.