Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 9 Jul 2023 19:40 WIB ·

Pattallassang Sulap Mata Air Abadi Jadi Magnet Wisata Bantaeng


					Pattallassang Sulap Mata Air Abadi Jadi Magnet Wisata Bantaeng Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Di saat banyak daerah berjuang melawan kekeringan, Desa Pattallassang di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, justru merayakan keberlimpahan air. Pemerintah desa setempat kini tengah merampungkan proyek inovatif dengan menyulap sumber mata air abadi di Dusun Masarang menjadi destinasi kolam renang komersial yang diprediksi akan menjadi mesin ekonomi baru bagi warga.

Kepala Desa Pattallassang, Subhan, mengungkapkan bahwa proyek ini adalah bentuk kedaulatan desa dalam mengelola aset alam. Sejak 2019, potensi mata air yang tidak pernah kering meski di musim kemarau panjang ini telah dilirik untuk dikembangkan. Inovasi ini bukan sekadar membangun tempat rekreasi, melainkan upaya strategis untuk menciptakan lapangan kerja bagi UMKM lokal.

Bangkit dari Penundaan Pandemi
Perjalanan mewujudkan “kolam impian” ini tidaklah mulus. Pandemi Covid-19 yang melanda pada awal 2020 sempat memaksa pemerintah desa untuk melakukan refocusing anggaran. Prioritas keselamatan warga membuat proyek wisata ini tertahan selama dua tahun.

“Seandainya tidak ada pandemi, kolam renang ini kemungkinan besar sudah bisa dinikmati masyarakat luas lebih awal,” kenang Subhan dalam laporan akhir jabatannya. Namun, penundaan tersebut justru memberikan waktu bagi desa untuk mematangkan konsep partisipasi masyarakat.

Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kolektif
Antusiasme warga terhadap proyek ini sangat tinggi, terutama terkait peluang usaha di sekitar area wisata. Istri Kepala Desa, Andi Rahmawati atau Karaeng Rannu, menekankan bahwa pengelolaan ruang dagang di sekitar kolam renang nantinya tidak akan ditentukan secara sepihak.

“Keputusan mengenai siapa yang bisa berjualan dan bagaimana mekanismenya adalah keputusan bersama masyarakat Pattallassang. Kami mengedepankan transparansi dan keadilan,” tegas Karaeng Rannu.

Langkah Desa Pattallassang ini menjadi bukti nyata bahwa desa yang cerdas adalah desa yang mampu membaca peluang dari keunggulan geografisnya. Dengan memanfaatkan mata air yang stabil, Pattallassang tidak hanya menjual tiket masuk kolam, tetapi juga menjual ketahanan ekosistem yang produktif bagi masa depan warganya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 405 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Pacu Kuda Padang Pariaman 2026: Magnet Ekonomi Perantau Pulang

29 Maret 2026 - 09:12 WIB

Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa

27 Maret 2026 - 08:07 WIB

Parkir “Nembak” Harga Rp20 Ribu Coreng Wajah Carocok Painan

25 Maret 2026 - 13:45 WIB

Trending di JALAN JAJAN