Ambarawa, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Siapa sangka tanaman yang sering tumbuh liar di belakang rumah seperti serai, lengkuas, dan kunyit kini menjadi “bintang” di destinasi wisata sejarah Fort Willem I atau Beteng Pendem Ambarawa. Di gedung oleh-oleh Makutoormo, para wisatawan kini tidak hanya disuguhi kemegahan bangunan kolonial, tetapi juga aroma harum seduhan rempah Nusantara yang hangat dan menyehatkan.
Inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa bahan baku minuman kesehatan sebenarnya melimpah dan murah di perdesaan. Dengan mengolah jahe, kunyit, dan temulawak menjadi serbuk instan serta racikan siap seduh, potensi alam desa kini naik kelas menjadi komoditas wisata yang bernilai ekonomi tinggi.
Dari Pekarangan Menuju Kemasan
Proses pengolahannya pun tergolong sederhana namun higienis. Bahan baku seperti jahe dan kunyit dibersihkan, dirajang, atau digeprek untuk mengeluarkan aroma dan khasiat maksimal. Menariknya, produk ini juga telah bertransformasi menjadi bentuk instan yang praktis. Kunyit putih dan temulawak diparut, diperas, lalu disangrai hingga menjadi bubuk yang siap dipasarkan dalam kemasan modern.
“Bahan bakunya mudah sekali didapat di sekitar kita. Ada serai, laos, jahe, hingga kayu secang,” ujar pengelola saat memeragakan pembuatan seduhan. Produk-produk ini kini sudah beredar luas di berbagai toko oleh-oleh dan tempat wisata di Kabupaten Semarang, membuktikan bahwa produk berbasis desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Oasis Sehat di Tengah Wisata Sejarah
Di tengah suasana hujan di Beteng Pendem, secangkir wedang uwuh atau kopi rempah menjadi pilihan favorit pengunjung. Kehadiran kedai rempah ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda yang mulai asing dengan bentuk asli tanaman obat tersebut.
Lebih dari sekadar minuman, seduhan ini dipercaya mampu membersihkan sisa-sisa asam urat dan menjaga kebugaran tubuh. Integrasi antara kekayaan alam desa dengan sektor pariwisata ini menjadi model nyata bagaimana ekonomi kreatif bisa tumbuh dari apa yang tertanam di halaman rumah sendiri.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.