Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 30 Apr 2026 19:38 WIB ·

Modal Sosial Menguat dalam Tradisi Pelepasan Haji Pangkalpinang


					Modal Sosial Menguat dalam Tradisi Pelepasan Haji Pangkalpinang Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Pelepasan jemaah haji di Kota Pangkalpinang tahun 1447 Hijriah bukan sekadar seremoni keagamaan. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa momen ini menjadi bukti nyata kuatnya modal sosial dan tradisi kebersamaan di tingkat RT, RW, hingga masjid-masjid di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Bertempat di Masjid Agung Kubah Timah pada Rabu (30/4/2026), sebanyak 291 jemaah dari kloter 7, 8, dan 9 dilepas secara resmi. Prof. Saparudin mengapresiasi dukungan moral kolektif masyarakat yang secara sukarela memberikan doa dan pendampingan bagi para calon jemaah, yang dinilai mampu menciptakan ketertiban dan ketenangan batin sebelum keberangkatan.

Tradisi Kebersamaan di Tingkat RT/RW
Kekuatan pembangunan daerah bermula dari kerukunan warga. Prof. Saparudin menyoroti kebiasaan khas masyarakat lokal yang saling membantu dalam persiapan keberangkatan haji. Bentuk dukungan dari lingkungan terkecil ini merupakan bentuk dorongan spiritual agar para jemaah dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan penuh keikhlasan dan kelapangan hati.

“Bapak dan ibu adalah orang-orang terpilih yang dipanggil Allah SWT untuk beribadah langsung di depan Ka’bah,” ujar Prof. Saparudin. Ia mengingatkan bahwa doa yang mengalir dari lingkungan keluarga dan tetangga adalah bekal berharga untuk menjaga ketabahan di Tanah Suci.

Etika Digital dan Disiplin Ibadah
Selain kesehatan fisik, Wali Kota menitikberatkan pada aspek kesabaran dan kedisiplinan. Salah satu imbauan spesifik yang diberikan adalah penggunaan gawai yang bijak. Para jemaah diingatkan untuk tidak melakukan panggilan telepon di dalam masjid demi menjaga kekhidmatan bersama.

Disiplin kecil ini menjadi refleksi dari keteraturan masyarakat yang diharapkan tetap terjaga sekembalinya mereka ke tanah air. Pelepasan haji ini menandai keberangkatan total ratusan warga yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi karakter masyarakat di lingkungan asal mereka nantinya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Trending di SOSBUD