Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 21 Jun 2026 22:20 WIB ·

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang


					Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menghadiri Festival Kuliner Tradisional yang digelar di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Minggu (21/6/2026). Perbesar

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menghadiri Festival Kuliner Tradisional yang digelar di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Minggu (21/6/2026).

Bukittinggi, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ribuan porsi makanan khas Minangkabau sukses memadati kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, dalam gelaran Festival Kuliner Tradisional, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian peringatan satu abad Jam Gadang ini berhasil menjadi panggung nyata bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan berbasis produk lokal.

Berbagai panganan legendaris seperti rendang, sate Padang, lamang tapai, sala lauak, katupek gulai paku, hingga galamai disajikan langsung oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran menu-menu tradisional ini bukan sekadar pemuas lapar para pengunjung, melainkan bukti otentik dari lestarinya warisan budaya, nilai filosofi, dan identitas komunal yang masih dirawat erat oleh masyarakat di wilayah perdesaan dan nagari.

Sektor kuliner tradisional terbukti memegang peran strategis sebagai bantalan ekonomi daerah. Melalui ajang berskala besar seperti ini, ekosistem ekonomi yang menghubungkan sektor pertanian perdesaan sebagai penyedia bahan baku dengan UMKM perkotaan sebagai pengolah produk dapat bergerak bersama secara nyata.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi ekosistem ini. Langkah konkret difokuskan pada peningkatan kualitas produk, fasilitasi sertifikasi, perbaikan pengemasan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar agar produk berbasis komoditas lokal mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Festival ini sekaligus menjadi penanda penting bahwa kolaborasi kebudayaan dan pariwisata yang dikelola dengan baik dapat berdampak langsung pada kesejahteraan dapur masyarakat. Dengan penguatan rantai pasok dari nagari-nagari di sekitarnya, Bukittinggi kian kokoh memosisikan diri sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia yang mandiri dan berbasis kekuatan lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghirup Asap, Menghitung Selisih Bantuan di Karang Mulya

13 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Retak Rumah Tangga Minang dan Tumpulnya Taji Adat

10 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Menggugat Alarm Mitigasi dari Hulu Nagari

2 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Trending di SOSBUD