Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 1 Jun 2026 16:15 WIB ·

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo


					Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di tengah pesatnya gempuran informasi digital, Masjid Darul Huda di Punggai, Kecamatan Nanggalo, Padang, menjadi saksi bisu perjuangan menjaga marwah generasi masa depan. Senin (1/6/2026), suasana haru menyelimuti acara Khatam Al-Qur’an tahun 2026 yang diikuti oleh 27 santri. Namun, di balik khidmatnya prosesi tersebut, terselip pesan mendesak dari Camat Nanggalo, David Ferdinand, tentang ancaman serius yang kini membayangi anak-anak kita.

Kecamatan Nanggalo, yang secara geografis berada di wilayah padat penduduk Kota Padang, kini menghadapi tantangan sosial yang kompleks. Fenomena anak-anak yang terabaikan karena asyik dengan ponsel pintar bukan lagi hal asing. David memberikan peringatan keras bahwa ketergantungan pada gadget yang tak terkontrol adalah pintu masuk bagi perilaku menyimpang, mulai dari kenakalan remaja hingga penyalahgunaan narkoba.

“Anak-anak saat dipanggil saja tidak acuh. Ini alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat pendidikan agama sejak usia dini,” tegas David dalam sambutannya.

Pendidikan Al-Qur’an di tingkat TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dipandang bukan hanya sebagai ritual belajar membaca kitab suci, melainkan fondasi karakter. Bagi generasi Z yang terpapar teknologi sejak lahir, nilai-nilai spiritual adalah kompas agar tidak kehilangan arah di tengah arus informasi yang tak terbendung. Apresiasi pun diberikan kepada orang tua yang konsisten memilih jalan pendidikan berbasis agama sebagai bekal utama putra-putrinya.

Kepala TPQ Masjid Darul Huda, Ust. Jasmin, melaporkan saat ini terdapat 145 santri yang aktif menimba ilmu di tempat tersebut. Keberhasilan 27 santri yang mengikuti khatam tahun ini menjadi bukti bahwa sinergi antara guru, pengurus masjid, dan masyarakat di Nanggalo masih terjaga kuat.

Membangun desa atau daerah tidak melulu soal fisik, tapi soal kualitas manusia. Dengan memperkuat pendidikan Al-Qur’an, Nanggalo sedang berinvestasi pada benteng moral generasi muda. Harapannya, mereka yang telah lulus khatam ini bukan sekadar mampu membaca huruf hijaiah, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilainya sebagai manusia yang membanggakan agama, keluarga, dan daerah di masa depan. Di era serba digital ini, kembali ke akar pendidikan karakter adalah langkah paling relevan untuk memastikan anak-anak kita tidak tertinggal oleh zaman, namun tetap memegang teguh identitasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Trending di SOSBUD