Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 29 Mei 2026 10:32 WIB ·

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek


					Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek Perbesar

Limapuluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, menyimpan rahasia besar tentang jejak peradaban manusia ribuan tahun silam. Wilayah yang kini dikenal sebagai “negeri seribu menhir” tersebut menjadi pusat perhatian setelah Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung Situs Menhir Bawah Parit pada Kamis (28/5/2026). Kompleks ini bukan sekadar tumpukan batu, melainkan bukti otentik kemajuan budaya masyarakat Minangkabau jauh sebelum era modern.

Situs Menhir Bawah Parit merupakan kompleks menhir terbesar di kawasan Mahat dengan luas mencapai 6.000 meter persegi. Di lokasi ini, terdapat sekitar 370 batu menhir dengan orientasi menghadap tenggara ke Gunung Sago. Yang paling memukau adalah temuan lima menhir berhias dengan motif artistik, mulai dari pola pucuk rebung, kaluak paku, hingga siriah gadang. Ukiran-ukiran tersebut menegaskan bahwa masyarakat Maek di masa lampau bukanlah komunitas yang tertinggal, melainkan kelompok masyarakat terorganisir yang memiliki sistem sosial dan religiusitas yang mapan.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat di Maek sejak ribuan tahun sebelum masehi sudah memiliki budaya. Mereka hidup berkelompok, memiliki pandam pekuburan, serta ukiran pada menhir yang menunjukkan adanya peradaban tinggi,” ujar Mahyeldi di sela-sela peninjauannya.

Keunikan arsitektur dan simbolik pada batu-batu ini bahkan memicu ketertarikan internasional. Tokoh Malaysia, Rais Yatim, hingga deretan peneliti dari Australia dikabarkan akan segera turun tangan untuk melakukan kajian mendalam. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini tengah mendorong kolaborasi lintas negara untuk membedah makna di balik guratan ukiran pada situs bersejarah ini.

Bagi Nagari Maek, kehadiran para ahli bukan sekadar agenda riset, melainkan pintu gerbang pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pelestarian cagar budaya ini diyakini akan menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang baru. Jika penelitian ini berhasil mengungkap sejarah besar yang terkandung di dalamnya, status Nagari Maek akan terkukuhkan sebagai destinasi wisata sejarah kelas dunia. Kini, masyarakat setempat berharap langkah maju ini mampu menjaga marwah peradaban sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui pariwisata yang edukatif dan berwibawa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Kiat Desa Gandekan Genjot Target PBB Lewat Wayang Kulit

19 Mei 2026 - 11:58 WIB

Tradisi Merangkat: Pemuda Desa Puyung Jaga Jantung Adat

18 Mei 2026 - 19:16 WIB

Trending di SOSBUD