Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 10 Mei 2026 12:23 WIB ·

Modal Sosial Perantau Semarang: Dari Kuliner Hingga Mars Organisasi


					Modal Sosial Perantau Semarang: Dari Kuliner Hingga Mars Organisasi Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Lebih dari sekadar ajang temu kangen, Halal Bi Halal Paguyuban Wong Semarang (PAWON SEMAR) di INA Hall PERURI, Jakarta Selatan, Sabtu (10/5/2026), menjadi bukti nyata betapa kuatnya “akar desa” di tengah belantara beton Jabodetabek. Pertemuan ini bukan hanya ritual tahunan, melainkan mesin penggerak solidaritas bagi 500 lebih perantau asal Jawa Tengah.

Acara ini menandai babak baru profesionalitas organisasi dengan peluncuran resmi Mars dan Hymne PAWON SEMAR. Ketua Umum PAWON SEMAR, Hendardji Soepandji, menegaskan bahwa paguyuban ini adalah “rumah besar” untuk saling menyokong kehidupan sosial dan menjaga marwah budaya daerah di perantauan.

Diplomasi Lidah: Lumpia dan Tahu Gimbal sebagai Perekat
Daya tarik utama yang menghidupkan memori kolektif para peserta adalah deretan kuliner autentik. Lumpia Semarang, tahu gimbal, hingga wingko babat disajikan bukan sekadar sebagai pengganjal perut, melainkan sebagai “diplomasi lidah” yang merajut persaudaraan. Bagi para perantau, mencicipi nasi ayam Semarang atau es kombor adalah cara paling emosional untuk terhubung kembali dengan tanah kelahiran.

Kehadiran Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT), Leles Sudarmanto, menambah bobot strategis acara ini. Ia mengapresiasi bagaimana identitas budaya tetap mampu tegak berdiri dan menjadi identitas kelas di tengah masyarakat perkotaan yang cenderung homogen.

Solidaritas Sosial: Mesin Pembangunan dari Jauh
Melalui semangat “Guyub Rukun”, PAWON SEMAR bertransformasi menjadi wadah solidaritas sosial yang aktif. Pentingnya persaudaraan dan gotong royong yang ditekankan dalam sambutan tokoh paguyuban sebenarnya adalah modal dasar pembangunan. Ketika warga perantau solid, dukungan terhadap desa asal—baik dalam bentuk pemikiran maupun dukungan ekonomi—akan mengalir lebih deras dan terorganisir.

Acara yang berakhir dengan ramah tamah dan foto bersama ini mengirimkan pesan kuat: sejauh apa pun warga melangkah ke arah metropolitan, identitas asal dan kepedulian terhadap akar budaya Jawa Tengah tetap menjadi kompas yang menyatukan mereka dalam satu visi persaudaraan yang kokoh.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 248 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Gotong Royong Warga Malaka Kirim Bantuan Gempa Flores

17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Tim Evaluator UNESCO Tiba di Sumbar, Geopark Ranah Minang Silokek Jalani Validasi

17 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Trending di SOSBUD