Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 2 Mei 2026 17:25 WIB ·

Demokrasi Berkualitas Mulai dari Kesadaran Politik Warga Desa


					Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, memberikan arahan pada sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Desa Mekarsari, Cicurug Perbesar

Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, memberikan arahan pada sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Desa Mekarsari, Cicurug

Sukabumi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Praktik politik uang yang kerap membayangi pesta demokrasi kini mendapat tantangan serius dari tingkat akar rumput. Di Desa Mekarsari, Sukabumi, muncul gerakan untuk memperkuat pertahanan demokrasi melalui pendidikan pemilih berkelanjutan. Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, menegaskan bahwa kesadaran politik warga desa adalah kunci utama memutus mata rantai kecurangan pemilu.

Edukasi politik ini tidak lagi dilakukan hanya saat mendekati hari pencoblosan. Sebagai bagian dari penguatan pilar demokrasi Pancasila, sosialisasi yang digelar pada Jumat (1/5/2026) ini menekankan pentingnya pemahaman politik yang berkesinambungan agar warga tidak mudah tergiur iming-iming sesaat yang merugikan masa depan daerah.

Memutus Rantai Politik Uang di Pelosok
Tantangan pemilu seperti akurasi data pemilih dan distribusi logistik memang teknis, namun praktik politik uang adalah masalah mentalitas. Heri Gunawan, atau yang akrab disapa Hergun, menilai pendidikan pemilih berkelanjutan sebagai solusi paling ampuh. Kesadaran yang tumbuh di desa akan memaksa sistem demokrasi menjadi lebih bersih dan substantif, bukan sekadar prosedural.

Gerakan ini diperkuat dengan keterlibatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan relawan lokal “Manuk Dadali”. Dengan melibatkan tokoh masyarakat desa, pesan-pesan mengenai integritas pemilu diharapkan lebih beresonansi dan diterima dengan baik oleh warga. Model sosialisasi ini menjadi harapan baru agar kualitas demokrasi Indonesia meningkat seiring dengan kecerdasan pemilihnya di tingkat lokal.

Menuju Digitalisasi dan Pemilu Serentak 2029
Selain penguatan mentalitas pemilih, DPR RI saat ini tengah membahas revisi Undang-Undang Pemilu sebagai landasan menuju Pemilu Serentak 2029. Isu-isu besar seperti sistem pemilu legislatif, wacana penghapusan presidential threshold, hingga digitalisasi tahapan pemilu menjadi agenda krusial.

Digitalisasi tahapan pemilu ke depan diharapkan mampu meminimalisir celah kecurangan. Namun, teknologi tetap membutuhkan pengawasan dari masyarakat. Oleh karena itu, Hergun mengapresiasi komitmen KPU dalam memperluas jangkauan pendidikan politik hingga ke pelosok. Tujuannya jelas: menciptakan pondasi demokrasi yang kokoh melalui partisipasi aktif dan kritis dari seluruh warga desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD